Malam ini, untuk mengurangi kekesalan yang melanda dirinya, Kellan memutuskan untuk pergi keluar. Dia sengaja tak berpamitan pada Dewi dan langsung mengeluarkan mobil dari garasi. Pak Dirham yang melihatnya hanya bisa mengerjap bingung, tetapi tak berani berkomentar banyak. "Tuan mau keluar?" tanya Pak Dirham hati-hati. Gimana nggak hati-hati coba orang lihat wajah Kellan saja sudah mencerminkan tahanan yang tiga puluh tahun di penjara dan penuh dendam kesumat. Salah-salah, Pak Dirham bisa digampar. "Memangnya mau ke mana lagi?" Kellan membentak kasar. Mental Pak Dirham langsung surut dan meringis kecil. Waduh. Majikannya memiliki taring yang luar biasa sensitif malam ini. "Bukan gitu, Tuan. Kan, Tuan baru saja nikah. Maksud saya, itu Non Dewi nggak diajak?" "Pak Dirham! Kamu mau

