Dalam hidup Bram, tidak ada kabar pahit yang sepahit Dewi berikan saat ini. Salah satu orang tua Bram berasal dari Jawa, sebuah tempat yang dikenal orang-orangnya berperingai lembut dan perasa. Karena faktor inilah, Bram yang masih memiliki darah jawa terasa tersayat pilu mendengar apa yang baru saja disampaikan oleh Dewi. Istrinya hamil. Istrinya keguguran. Kenapa informasi yang saling bertolak belakang itu hadir di detik yang sama. Seolah-olah alam memang sedang mengolok-olok mereka. Memberikan kabar baik disertai kabar buruk secara berbarengan. Memberikan senyum yang kemudian langsung dibalut oleh kepedihan baru. Wajah Dewi sama pucatnya dengan Bram. Kekecewaan yang wanita itu rasakan tak berbeda jauh dengan yang Bram miliki. Mereka, jauh di lubuk hati, memiliki luka dan kekecewaan y

