Malam ini hujan turun dengan deras. Langit menumpahkan titik-titik airnya ke tanah seperti menunjukkan kemarahan. Angin berhembus kuat, membuat banyak orang enggan keluar rumah dan memilih bergelung bersama selimut dan kehangatan yang ditawarkan ranjang. Jendela di sebuah rumah di cluster elite daerah Cempaka Putih terdengar berderak secara berirama. Angin dan hujan memukul-mukul kaca, menciptakan suara musik yang sumbang. Di sisi jalan utama cluster, berjalan seorang wanita tanpa perlindungan payung, mantel, atau semacamnya. Ia biarkan air hujan menetesi tubuhnya, membuat baju yang ia kenakan basah kuyup. Mata wanita itu menatap langit malam yang sekelam palung. Tak ada bintang dan bulan yang memberikan sinar cahaya. Seperti hatinya yang saat ini diselimuti kegelapan pekat tanpa dasa

