Janji

1021 Kata

Bram duduk di kursi beton pinggir jalan. Petang mulai menyapa, tanpa senja yang menoreh di langit. Penghujung hari dengan warna yang suram. Seperti suasana hati Bram saat ini. Hujan baru saja mengguyur Bandung. Aspal yang basah menguarkan aroma lembab yang khas, membiarkan udara panas kota Bandung sedikit berkurang. Sebuah rokok kretek di tangan Bram menampakkan asap samar, membumbung tinggi ke atas dan lenyap ditampar angin petang. Mata Bram menunjukkan sinar kepasrahan dan kelemahan. Harapan yang dulu ia miliki dari awal pernikahan seperti tergerus keadaan. Menipis dan sulit untuk ia pertahankan. Dewi Padmadevi. Wanita yang ia nikahi dua belas bulan lalu adalah wanita yang memiliki masa lalu misterius. Wanita yang kartu keluarganya menjadi satu dengan namanya, ternyata memiliki nama l

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN