Berbeda dengan Fahrani yang menikmati pagi penuh drama, Alma justru merasa pagi ini terasa lebih ringan dari hari-hari sebelumnya. Ia merentangkan kedua tangan ke atas lalu tersenyum menikmati udara pagi melalui jendela kamar yang baru saja ia buka. Rasanya beban yang selama ini ia pikul seakan berkurang banyak. Alma yang sudah siap berangkat kerja, keluar dari kamar dan menghampiri sang ibu yang sedang menyiapkan sarapan di meja. "Pagi, Bu," sapa gadis cantik itu sambil memeluk sang ibu dari arah samping "Pagi, Sayang," balas Sukma. "Sepertinya ada yang berbeda pagi ini sama anak ibu," sindir Sukma serata menatap curiga pada sang anak. "Beda apa sih, Bu. Sama aja," kilah Alma dengan tersipu malu. Tetapi yang ibunya katakan memang benar. Hari ini hatinya seperti dipenuhi dengan banya

