14. Mereka, Ciuman, dan Desir Perasaan

1841 Kata

Lucan menunggu di depan lift penthouse-nya, bersandar santai sambil melirik jam tangan. Tidak butuh waktu lama, pintu lift terbuka, dan Chiara muncul dengan wajah kesal yang tak bisa disembunyikan. Tawa kecil lolos dari bibir Lucan, tapi langsung dihentikan oleh cubitan tajam dari Chiara. "Kamu bahkan nggak minta maaf, tahu," gerutu Chiara, sambil melepas sepatu dan menggantinya dengan sandal rumah yang sudah disiapkan. "Aku dicecar Mama habis-habisan gara-gara kejadian kemarin pagi, sementara kamu enak-enakan pulang dijemput Taylor." Chiara menenteng paperbag berisi jam tangan dan teh insomnia milik Lucan—dua benda yang jadi alasan pria itu tetap memaksa Chiara datang ke penthouse Lucan hari ini, meskipun mereka belum sepenuhnya lepas dari rasa canggung pasca insiden kemarin. "Saya ad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN