Part 12

792 Kata
    Tanpa terasa, Naka dan Tian sudah melalui masa liburannya di Jogja. Sabtu pagi mereka sudah harus pulang, kebetulan kakanya Tian akan kembali ke Indonesia, maka mereka menunggu Tony di bandara sesampainya di Jakarta. Tujuan tony pulang karena minggu ini mereka harus mengisi acara di salah satu sekolah SMA Negeri di Bogor, ya Band beraliran rock mereka digawangi oleh Tony sebagai Vokalis, Gleen sebagai gitaris, bassist Tian, drummer Naka dan Alex keyboardist.      Band mereka dibentuk karena keisengan mereka yang sering ngumpul bareng di setiap hari minggu. Awalnya mereka hanya kumpul keluarga mingguan, ya mereka masih satu keluarga, hanya Naka yang orang luar. Tian pun ikut serta di band lainnya yang digawangi oleh sepupunya yang lain. Mamanya tian akhirnya membangun label rekaman sendiri untuk keluarganya, untuk memfasilitasi kegiatan mingguan mereka.     Mereka memiliki genre musik yang berbeda-beda, tapi terkadang Naka diminta untuk membantu sebagai additional player di band yang lain. Naka tidak keberatan sama sekali karena ia sangat senang membantu keluarga Tian. Jam sudah menunjukkan pukul 13.00, semestinya pesawat yang ditumpangi Tony sudah landing sekitar 20 menit yang lalu.     Tiba-tiba di belakang kuping Naka "Hi sist!" Naka terkejut dan merinding karena tiba-tba ada hembusan hangat di sampinng kupingnya.      "Hi, ka ton, dari tadi udah dicariin Tian." Jawab Naka sambil melangkah menjauh dari Tony. Ya,Naka memang aga menjaga jarak dari Tony karena menurut Naka, Tony aga menyeramkan. Tony terkadang seperti menunjukkan kalau dia tidak begitu suka dengan hadirnya Naka di tengah-tengah Band yang digawanginya.      "Woy, ka! dicariin juga!" Seru Tian sambil melambaikan tangannya dan Naka bisa kembali bernafas lega ketika Tian sudah kembali.     "Iye, gw dari pintu sana tadi ke toilet dulu. Eh, lo udah pada tau kan kita mau tampil di sekolah mana? katanya nanti ada acara charity gitu!" Sambung Tony.     "Iya, udah tau nanti kita atur ajah gimana galang dananya!" sahut Tian tanpa menyebutkan akan tampil di sekolah mana. Naka hanya kebingungan, karena biasanya dia akan diberitahukan jadwal dan tempat yang akan mereka kunjungi tapi kali ini tidak.      "Emang dimana sih, ko kamu g kasih tau aku?" Protes Naka yang dijawab senyuman oleh Tian.     "Kali ini kamu ikut ajah yah" Sambung Tian sambil merangkul pinggang Naka. Naka hanya mengangguk sebagai tanda setuju.      "Eh gw laper masa, kangen makan sambel, makan dulu kali yah baru pulang?" Ajak Tony yang langsung diiyakan oleh Tian sambil menuju mobil sewaan yang sudah disiapkan oleh Tian. Mereka menuju salah satu Restoran besar yang terletak di dalam Ancol, Naka sengaja memilih tempat itu karena olahan seafoodnya yg terkenal. Setelah menikmati olahan seafood yg sangan nikmat, mereka memutuskan untuk kembali pulang ke rumah masing-masing dan mengistirahatkan badan mereka berharap besok sudah kembali merasa segar.     Di tempat lain, tepatnya di salah satu apartment di Jakarta, Bari merasa seperti orang sakau yang butuh obat agar sakaunya menghilang. Ya dia butuh Naka untuk mengobati rasa rindunya, rindu memeluk, bersenda gurau dan bahkan rindu akan celoteh Naka, gerakan bibir Naka ketika berbicara membuat hasrat kejantanan Bari meningkat. Tapi itu semua hanya angan-angan karena sampai saat ini dia tidak tau keberadaan Naka dimana. Dia tidak mungkin kuat menahannya sampai 2 minggu kedepan, yang ada bisa gila dibuatnya.     Tiba-tiba teman sekolahnya mengirimkan pesan singkat kepadanya, mengajak Bari untuk menghadiri acara reuni akbar di SMAnya dulu yang akan diselenggarakan besok minggu jam 10 pagi. Bari merasa tidak tertarik menghadiri acara tersebut, dia merasa sedih ketika harus mengingat masa SMAnya bersama Naka. Tiba-tiba ponsel Bari bedering.....     "Woi, barrrr!" terdengar suara seorang pria di sebrang ponsel bari.     "Ya ndrei, knp!" jawab Bari dengan nada malas.     "Besok ikut lah bro! Biar kita bisa kumpul lagi, kali ajah ketemu ade kelas yg bisa bikin seger mata!" seru Andrei yang memang dicap playboy semasa SMA.     "Duhh, gw lagi ga mood!"      "Yah elah, ayoo lah mencoba peruntungan loe disana, kali aja nemu yang bagus gitu!" Andrei yang tau dari nada bicara temannya kalau dia sedang lagi ada masalah. "Emang loe ada masalah apa sih?" Sambung andrei.     "Ga ada, gw lagi males ajah, hmmm ya sudah lah gw dateng besok, lo jemput gw yah!" jawab Bari sambil ngebatin yah kali ajah peruntungan gw sedang berpihak ke gw!.     "Nah gitu dong, besok gw jemput jam 8 pagi yah!"     "Dih pagi banget kaya mau kerja!" protes Bari.     "Kan acara jam 10 bego!" Sahut Andrei     "He, kita g harus dateng jam 10 juga, udah lo jemput gw jam 9 ajah, paling jam 10 acara pembukaan dari kepala sekolah dan ketua panitia!" jawab panjang bari agar andrei berfikir rasional.     "Lah ya juga, tumben pinter lo! Okay bsk jam 9 yak, udah ah gw mau ekse dulu! Byeeee!" lanjut Andrei sambil menutup pembicaraannya.     "Dasar bocah gila!!!!" teriak Bari sambil meninggalkan ponselnya di atas kasur.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN