Balikan

3203 Kata

Aku duduk di bangku teras setelah selesai melakukan olahraga pagi. Embun pagi masih membekas di lantai teras sehingga membuatku iseng membuat jejak-jejak di lantai dengan telapak kakiku yang tanpa alas. Sesekali kepalaku mendongak menatap langit yang masih menyiratkan sisa-sisa jingga. Seperti yang pernah dikatakan Jess, rasanya sangat menenangkan. Aku masih sibuk memperhatikan langit ketika tiba-tiba saja Reka muncul lalu duduk disampingku. "Lo ngapain?" tanyanya sambil tersenyum. Tangan dan kakinya yang semalam masih diperban kini terlihat masih penuh dengan luka. Aku sedikit heran mengapa ia tidak membiarkan Mama untuk kembali memperban luka-luka tersebut. "Mandangin langit." "Gue kira lagi mikir jorok." "Jangan samain gue dengan lo," ucapku lalu memukul lengannya sehingga membuat s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN