Shane sudah masuk sekolah seperti biasa, ada banyak murid yang menyapanya saat langkah kaki melewati lorong sekolah. Sampai di depan kelas IPA, seorang cowok menatap Shane dengan sinis. Seperti memiliki rasa sakit terhadap Shane, hanya saja tidak ia ungkapkan. Tidak peduli dengan tatapan itu, Shane melanjutkan langkah kakinya sampai di depan pintu kelas. Di sana, dia tidak melihat meja milik Kiara, dan Shane masuk lalu duduk di bangkunya. “Shane, gue udah bantu lu buat singkirin bangku cewek nggak tau diri itu,” ujar seorang cewek dengan gaya centil. Shane menatapnya dengan tatapan tajam, lalu dari belakang cewek itu Ben dan Kaito datang dengan membawa meja dan kursi baru untuk Kiara. “Shane, udah kita bawain yang baru,” ujar Ben. “Makasih.” “Loh! Kok di kasih panggung lagi sih! itu

