Shane dan ke dua orang tuanya mengenakan pakaian serba hitam. Mereka melangkah masuk ke dalam rumah duka, dan bertemu dengan Hermawan, ayah Kiara. Pandangan mata Shane menyusuri ruangan itu ,mencari keberadaan Kiara saat ini. “Ma,Pa. Shane ke sana dulu ya?” pamit Shane yang sudah menemukan keberadaan Kiara. “Iya.” Shane berjalan mendekati Kiara yang sedang memeluk foto ibunya. Air matanya mengalir begitu saja, dan membuat Shane mengulurkan tissue padanya. “Hapus air matanya,” ujar Shane. Kiara terkejut dengan suara yang sangat dikenalnya, dia mendongakkan kepala dan melihat Shane berdiri tepat di sampingnya. “Shane?” “Iya, ini gue.” “Kok, lu bisa ada di sini? Terus … kok ada Mama sama Papa lu juga?” tanya Kiara bingung. “Orang tua kita udah saling kenal,” ujar Shane. Kiara terlih

