37. Luka Hati

1258 Kata

“Yang, Cane demam, udah dua hari nggak mau makan. Gue khawatir sama keadaannya,” ujar Vivi di telepon. “Panggil Ranjiel aja, siapa tau dia mau dengerin kalo Ranjiel yang kasih tau,” ujar Theo yang hari ini masih berada di Surabaya untuk bertemu dengan sang ayah, Aaron. “Ya udah, gue telepon Ranjiel sekarang.” “Kabarin lagi kalo ada perubahan atau ada yang bikin cemas.” “Iya.” Setelah memutuskan sambungan telepon itu, kini Vivi mencari kontak dengan nama Ranjiel. Biasanya, Shane akan mengikuti ucapan Ranjiel. Karena posisi Ranjiel yang selalu berbicara dengan benar dan bisa dari hati pada Shane. Hanya saja, terkadang Ranjiel juga terlalu keras jika Shane sendiri tidak mendengarkannya. “Halo, Njiel?” “Hmm, ada apa?” “Lu masih di Indo kan?” “Iye, apaan sih?” “Cane.” “Nape sama pona

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN