Hari – hari menuju pernikahan Haidar dan Cellyn walaupun sederhana akan tetapi terasa lebih meriah, tidak seperti yang dipenuhi ketegangan sekaligus tekanan. ‘’Cellyn, bagaimana soal undangan dan marketingnya, apa sudah memesannya?’’ tanya Ulva bersemangat. ‘’Mama tenang saja, semua sudah aku urus. Kata kak Haidar tidak perlu mengundang orang banyak, palingan hanya kerabat dan juga orang – orang penting,’’ jawab Indah santai. ‘’Tidak apa – apa, yang terpenting sah dan kakakmu itu hidup bahagia,’’ balas Ulva. ‘’Mama harus ingat ya, setelah ini Mama jangan menjadi mertua yang jahat. Kalau bisa seperti mertuaku itu, tidak pernah ikut campur urusan rumah tangga anak – anak dan juga selalu mendukung saja,’’ pinta Indah mengingatkan. ‘’Iya, Mama akan berubah,’’ jawab Ulva mer

