Pertunangan

1519 Kata

Happy Reading. Sudah sangat lama Arabella terdiam setelah mendengar kalimat Kenzo. Dia berdiri dengan tubuh setengah kaku, sementara jantungnya berdegup tidak tenang. Para tamu yang lainnya mulai berdatangan, semakin menambah kecemasan Arabella. Dia tidak terbiasa menghadiri acara seperti ini. Kalau bukan karena ingin bertemu dengan Lukas, dirinya pasti sudah memilih pergi dan menghabiskan waktu untuk tidur. Arabella meremas jari-jarinya yang dingin, sesekali matanya berpendar ke seluruh arah, mencoba menemukan jejak Lukas. Tapi sayang, lelaki itu juga masih belum menampakkan batang hidungnya. "Kau haus?" Bisikan di telinganya membuat Arabella langsung tersentak. Dia segera menoleh dan mendapati wajah Kenzo yang begitu dekat dengan wajahnya. "Tapi aku tidak mau alkohol. Aku takut mab

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN