Menyatakan Perasaan

1029 Kata

Happy Reading. Dengan hati yang hancur, Arabella berusaha mengukir senyum di bibirnya yang pucat. Dia menarik napas dalam-dalam, berusaha tetap tegar dan tidak mempermalukan dirinya sendiri. Pesta masih berlangsung, Arabella harus bisa mengesampingkan perasaannya. Lagipula, sekalipun dia menangis darah sampai tenggorokannya kering, tidak akan ada yang mau memperdulikan dirinya. Semua ini hanya luka kecil, dia sudah pernah terluka yang jauh lebih parah dari sekarang. Arabella mengusap air matanya, lalu bertepuk tangan ketika melihat Lukas dan Helena tengah berpelukan sebagai tanda peresmian pertunangan mereka. Tawa kecil dilumuri oleh rasa sakit yang luar biasa tiba-tiba lepas dari bibir Arabella. Padahal dia sudah sekuat tenaga menahan air matanya, tapi tetap saja lolos di pipinya. Arabel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN