Keluguan Arabella

1629 Kata

Happy Reading. "Tuan." Arthur membungkuk di depan Matthew untuk memberi hormat. Matthew sendiri langsung mendongak ke arah Arthur, melempar senyum lebar tapi entah kenapa membuat Arthur langsung dilandasi gugup. Tidak biasanya tuannya itu tersenyum seperti tadi, Arthur merasa bahwa sesuatu yang sangat berbahaya sebentar lagi akan terjadi. Hanya saja Arthur tidak punya keberanian untuk menyuarakan isi pikirannya. Dia masih tetap berdiri dengan tegak dan memasang ekspresi datar walaupun benaknya berkecamuk. "Aku memanggil mu karena aku ingin membicarakan sesuatu yang penting denganmu," Matthew berucap sambil memundurkan punggungnya ke kursi. Arthur mengernyit keningnya tipis, "Saya... tidak mengerti maksud anda tuan," sahut Arthur setengah takut setengah bingung. Matthew tersenyum simpu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN