Happy Reading. Lukas melepaskan pakaiannya. Lalu menghadapkan punggungnya ke arah Arabella. Dia sudah menolak keras permintaan perempuan itu untuk mengobati lukanya. Sayangnya Arabella sama sekali tidak mau mendengarkan perkataannya. "Aku baik-baik saja. Nanti, aku akan menyuruh Arthur untuk mengoleskan salep." Lukas menolehkan kepalanya ke samping, melirik Arabella dari sudut matanya. Arabella tersenyum miris, membayangkan kesakitan Lukas pada saat menahan luka cambukan ini sungguh membuatnya hati Arabella seolah teriris. Arabella berusaha menghilangkan perasaan bersalahnya, kemudian memusatkan pikiran untuk mengobati Lukas. Dioleskannya salep dingin itu dengan pelan dan hati-hati. Arabella meringis, berusaha tetap tenang meskipun tangannya gemetaran. Dia tidak boleh panik, gerakan yan

