Melindungi Arabella

1647 Kata

Happy Reading. "Kau bertengkar lagi dengan ayahmu?" Lukas menoleh ke arah pintu dan menemukan bahwa Ruth tengah berjalan mendekatinya. Ekspresinya semakin suram, malas menanggapi perkataan yang langsung menghancurkan suasana hatinya. Lukas mengabaikan kehadiran Ruth di kamarnya seolah-olah menganggap tidak ada siapapun disana selain dirinya sendiri. Ruth menggeram tertahan, tahu kalau dia harus tetap menjaga emosinya supaya tidak sampai meneriaki Lukas yang sengaja mengabaikannya. "Apa yang kau mau, Lukas? Kenapa kau selalu saja bersikap seenak jidat mu." Ruth mendesis sambil menatap Lukas dengan tajam. Perkataan terakhir Ruth langsung membuat Lukas mendongak lalu melempar tatapan dingin pada perempuan tua itu. "Seharusnya kata-kata itu ditujukan pada kalian berdua. Kau membuat hidu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN