40. Bayangan Hitam

2168 Kata

Setelah dari kediaman Faresta, senyum Nessi mengembang sempurna. Untuk konsep rumah makan sudah beres, disesuaikan dengan menu yang akan disajikan. Kalau saran dari Felix jangan mengambil konsep gelap, lebih baik terang saja--jadi kelihatannya lebih luas, nyaman, dan bersih. "Sayang, aku sudah memutuskan nama untuk restoran kita." Matanya berbinar, memperlihatkan tulisannya di bagian halaman depan. "Gamya Restoran. Sepertinya aku belum pernah menemukan nama rumah makan kayak gini, biar beda dari yang lain." Felix terkekeh, mengangguk setuju. "Boleh juga ide kamu, cemerlang sekali. Untuk konsep menunya, hanya seafood, Sayang?" Nessi mengangguk. "Seafood itu banyak digemari dari kalangan mana pun, menurutku dan Mbak Ratih ini pilihan yang bagus." Felix mengangguk setuju lagi, melihat Nessi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN