Felix menyugar rambut basahnya, menatap Nessi yang barusaja bangun tidur. Wanita itu tengah duduk sambil memegangi selimut untuk menutupi tubuh polosnya, menguap dan sesekali menggaruk leher. Terlihat bagian atas dadaa Nessi terdapat tiga tanda kepemilikan. Beberapa bagian tubuh Nessi terasa sakit, lantas menghela napas panjang. "Sayang, kok nggak bangunin aku? Kamu nyiapin air hangat sendiri buat mandi?" Bergumam pelan, masih dengan wajah mengantuk. Dia memelas, malas sekali bergerak ke mana pun. "Sengaja, aku tidak ingin mengganggu jam tidur kamu. Maaf membuat kamu kelelahan." Mengecup pipi Nessi, membuat wanita itu lebih bersemangat. Agar lebih ceria, Felix mengecut sudut bibirnya. "Mau teh hangat? Nanti aku buatkan." Mengusap rambut Nessi, dia tersenyum mengamati wajah polos istrinya

