49. Menerka-nerka Keadaan

2241 Kata

Senja memijat pelipisnya pusing melihat tingkah kakak iparnya yang berubah-ubah, moodnya benar-benar turun naik pada kondisinya yang tengah hamil muda kali ini. Belum lagi Abangnya yang tidak pulang-pulang, padahal janjinya tadi pagi Kenan sampai Jakarta. Ternyata, ini sudah lewat jam makan siang belum memunculkan diri. "Mama kenapa marah-marah terus ya, Onty?" tanya Zeline pada Senja, bibir anak itu manyun dengan raut bersedih. Dia mungkin sedang khawatir melihat Natasya, wanita itu nampak kebingungan antara mengurus Ifander dan menangani keadaannya sendiri. Baby sitter baru saja berhenti bekerja, Natasya sendirian mengurus buah hatinya. Keluarga mereka memiliki asisten rumah tangga, hanya saja tugas dia sejak awal memang di bagian dapur dan beberes rumah. Meski Bibi turun tangan ingin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN