Nessi mengernyit saat tidak sengaja melihat bekas luka di tangan Pak Gery saat bagian lengan kemejanya digulung sampai siku. Pria itu tengah mencuci tangannya yang kotor bekas mengangkat tanah dan pupuk untuk tanaman baru Nessi di halaman samping. "Nona Nessi ngapain berada di sana?" tanya Pak Gery buka suara saat tidak sengaja dia melihat Nessi tengah menatap kepadanya. Dia langsung menurunkan lengan kemeja, mengenakan jas seperti biasanya. "Apa masih ada yang perlu saya bantu, Nona Nessi?" Nessi menggeleng cepat. "Tidak, Pak. Terima kasih banyak. Hem ... aku akan mengurus tanamannya sendiri. Oh iya maaf sebelumnya, tangan Pak Gery luka kenapa?" "Bekas gatal, Nona, terus saya garuk." Pria itu tersenyum ramah, menunjukkan sikap baik-baik saja. Kemudian setelah tidak ada yang perlu diban

