Saat dalam tidurnya Nessi tidak bisa bernapas dengan baik, dia langsung berusaha menggapai seseorang yang tengah menutup wajahnya menggunakan bantal. Orang itu menekan dengan kasar sampai Nessi benar-benar sesak napas. Pasokan udara yang Nessi terima semakin sedikit, berteriak pun sudah dicoba berkali-kali meski percuma sebab permukaan bantal itu membuat suara Nessi mengecil dan tidak terdengar. Dengan kedua kaki dihentakkan cepat pada kasur, dadaa bertaluan sangat kencang, Nessi berusaha meloloskan diri sebelum orang itu beneran membunuhnya. Napas Nessi sudah di ujung tanduk, matanya mengeluarkan air mata berusaha bertahan sampai tangannya bisa menggapai orang itu. Sesaat kemudian tangan Nessi sudah berhasil mencengkram lengan besarnya, mungkin saja beberapa dari kuku Nessi menggores per

