Di hari kedua setelah menikah, Felix membawa Nessi ke kediaman barunya yang ada di Jakarta. Rumah itu sudah dibereskan, siap ditinggali dengan keadaan nyaman dan bersih. "Sayang, masak apa kamu?" Memeluk Nessi dari belakang, mengecup bahu dan pipinya. "Sampai ke ruang kerja aku keciuman banget aromanya, wangi." Prinsip Nessi setelah menikah, ingin menyenangkan untuk di pandang Felix. Dan lihat, sekarang dia mengenakan pakaian seksi agar tubuhnya terbalut dalam kesempurnaan. Felix sejak tadi mengatakan jika Nessi sangat cantik, sebab itu dia tidak berhenti menaburkan kecupan. Tangan Felix mengusap permukaan perut Nessi, gaun tidur berbahan satin itu menjadi kesukaannya ketika Nessi kenakan. "Senang memandangi kamu. Indah sekali, istri siapa sih?" Mengecup ceruk leher Nessi, memeluk wanit

