45. Nessi Hamil?

2306 Kata

Saat tiba di taman, ternyata tidak ada jasa mewarnai yang begitu Nessi inginkan tersebut. Kata orang sekitar sana, malam ini emang sedang tidak ada, padahal biasanya selalu ada di sebelah sana--dekat wahana permainan anak-anak. Mata Nessi berkaca-kaca, siap untuk menangis sebentar lagi padahal dia sudah sangat ingin melakukannya sejak semalam. "Sayang, malam ini lagi tidak ada orangnya. Apa kamu tahu di mana biasanya jasa mewarnai begitu mangkalnya selain di taman?" Wajah Nessi berubah seketika, bibirnya cemberut masam dengan napas menahan tangis. Belum sempat Felix membuka suara lagi, air mata sudah jatuh membasahi pipi Nessi. Wanita itu membalik tubuhnya, melangkah cepat menuju ke parkiran mobil Felix. "Aku sebel, aku pengen mewarnai tapi orangnya malah tidak ada!" Menutupi wajah, malu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN