26. Tidak ada Keadilan

2106 Kata

Pagi-pagi sekali, Senja mendatangi Kenan di kediamannya. Wanita itu mengenakan masker dan kacamata hitam. Matanya sembab, wajah Senjak nampak pucat tidak seperti biasanya. Sejak semalam dia menangis, sampai tidak bisa tidur. Pikirannya hanya soal Felix, Senja terlalu takut kehilangan. Ini benar-benar tidak mudah baginya. "Kak Tasya, di mana Abang Kenan?" Wanita itu melangkah lebar, menghampiri Natasya yang sedang menggendong Ifander. Anak itu mungkin akan segera berjemur di halaman, pagi ini nampak cerah. "Hai, Sei. Tumben memakai masker dan kacamata, ada apa?" Natasya tersenyum, menatap aneh dan penasaran. Dia tahu di balik pelindung itu ada sesuatu yang disembunyikan. "Abang Kenan ada di kamar, bersiap akan berangkat ke kantor setelah sarapan nanti. Kamu udah makan?" Senja menggeleng pe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN