Felix membukakan pintu mobil untuk Nessi, mengulurkan tangannya bak seorang raja kepada ratunya. Nessi mengulum senyum malu-malu, pipinya akan segera memerah jika Felix tak berhenti menggoda. "Felix, kalau aja nggak di depan orang banyak, udah kusentil kamu ya. Bisa banget ngegodain aku begini." Mendengkus, memeletkan lidahnya. Felix terkekeh, dia melingkarkan lengan pada pinggang ramping Nessi. "Habisnya kamu bisa banget tampil secantik ini malam-malam. Kita cuman mau ke pasar malam, bukan menjadi seorang pengantin." Mata Nessi membulat, dia mencubit perut Felix. "Ih, sudah aku kata aku nggak merias wajah. Aku cuman pakai bedak tabur dan lip tint, kayak biasanya kok. Cuman malam ini aku pakai dress pres body, jadinya mungkin kelihatan beda." "Iyakah, saya pikir merias wajah. Soalnya ka

