Sehabis mengantar Nessi berbelanja di mall, Felix dihubungi Tuan Almeer agar segera ke kediamannya. Pria itu katanya ingin membicarakan sesuatu sambil berkeliling perkebunan. Felix cemas, mungkinkah membicarakan perihal dirinya dan Senja? Yap, Felix sudah tahu. Kenan yang mengatakan keadaan Senja padanya kemarin, wanita itu sedang tidak baik-baik saja--apalagi saat mengetahui kabar pernikahan ini. Dia mengurung diri di kamar, jadwal makan pun dia abaikan sampai orang rumah khawatir, terutama Nyonya Almeer. "Saya pergi ke kediaman Almeer dulu, kamu hati-hari di rumah ya. Kalau ada apa-apa segera hubungi saya." Felix memeluk Nessi, mengecup pipi gadis itu senang. "Nanti untuk beberes semua barang-barang kita tadi, saya akan suruh seseorang bantu kamu. Jangan menolak, saya tidak ingin kamu

