Kenzo tidak bisa konsen bekerja karena memikirkan Yuma.Bahkan saat sedang rapat penting seperti inipun pikirannya masih melayang entah kemana.
Materi dan pembahasan rapat tidak satupun menyangkut di otaknya.Sehingga para peserta rapat juga ikut bingung.
"Pak Kenzo,jadi bagaimana pendapat bapak?"
"Tek."Kenzo baru sadar semua mata menatap ke arahnya dan menanti tanggapannya.
Kenzo jadi agak kikuk dan membetulkan posisi duduknya.
"Maaf,rapatnya kita tunda dulu."Kenzo malah meninggalkan ruangan rapat dan meminta sekretarisnya untuk menjadwalkan rapat ulang lagi besok.
Peserta rapat tentu saja tidak puas.Ada yang mengendurkan dasi dengan raut kesal.Juga ada yang mengomel karena merasa tidak di dengarkan.
Kali ini adalah kali pertama Kenzo tidak konsisten dalam pekerjaan karena pikirannya membaur dengan urusan pribadi.Di mata karyawannya tentu saja itu tidak profesional.
***
Kenzo kembali ke ruangannya untuk menenangkan diri.
"Yuma…Yuma…Yuma.Kenapa harus kamu sih!!!"Kenzo rupanya mumet karena pikirannya sedari tadi hanya di penuhi tentang Yuma.
Yuma yang tadi pagi di depan mata kepalanya sendiri di jemput oleh seoarang pria.Kenzo sangat membenci pagi ini karena hal itu.
Kenzo bahkan sampai tidak bisa bekerja dengan baik hari ini karena memikirkan keponakan isterinya itu.
"DRETTTT….DRETTT"Ponsel Kenzo bergetar.Kenzo melirik layar ponselnya dan yang meneleponnya adalah Mala.Kenzo mau tidak mau mengangkat telepon itu walau sedang tidak mood.
"Halo."
"Halo hubby,lagi ngapain? Kok suaranya lemes gitu?"
"Lagi banyak kerjaan aja Mala.Ada apa?"
"Ini,aku mau ajakin makan siang di cafe baru.Tempatnya asik dan bagus.Keren juga buat foto foto.Kita pergi yuk sayang.Ntar aku jemput."
"Iya,tapi ingat ya sabtu depan ke rumah mama."
"Iya."Sahut Mala super kesal dan malas saat di ingatkan lagi akan mengunjungi mertuanya.
Mala mulai memasukkan ponsel ke tasnya juga memoles lagi make up tipis ke wajahnya untuk bersiap menemui suaminya.
Setelah menatap riasannya terlihat sempurna,Mala segera tancap gas dengan honda jazz putih kesayangannya.
Mala dan Kenzo sudah sampai di tempat tujuan mereka.
Tapi,saat masuk ke dalam mereka malah melihat hal tak terduga.
Mala dan Kenzo mendapati Yuma juga ada di sana bersama Adam dan sedang menikmati makan siang.
"Om,tante."Ucap Yuma melihat dua orang yang ia kenal baik di balik punggung Adam.
Adam lalu ikutan menoleh.
Mala menarik tangan Kenzo menghampiri 2 sejoli itu.
"Hayo,makan siang bareng apa ngedate nih?"Mala menggoda Yuma dan Adam.
"Makan siang aja tante.Gabung aja tante sini."Adam bersikap ramah pada Mala dan Kenzo.
Yuma menatap Kenzo yang menatapnya dingin.'Kenapa om Kenzo jadi kayak gak senang gitu ya? Apa aku adalah salah?'Yuma kebingungan dengan sikap omnya itu.
"Nggak lah,tante sama om beda kursi ada.Ngapain gabung sama yang lagi pdkt."
Omongan Mala semakin membuat Yuma dan Adam salah tingkah.
'Tahu aja nih tantenya Yuma kalau aku mau ajak Yuma pdkt.'Adam senyum senyum sambil menggaruk kepala belakangnya.
Mala sudah memilih tempat di belakang bersama Kenzo.
Mala baru memperhatikan ada yang aneh pada Kenzo."Sayang,kok kamu diam aja dari tadi?"
"Nggak,aku cuma lagi lelah mikir aja soal rapat tadi."Kilah Kenzo mengakali isterinya.Padahal yang membuatnya diam seribu bahasa adalah kemarahannya pada Yuma yang bersama Adam itu.
"Oohh,kirain kenapa.Lemasin aja lah sayang."
Kenzo hanya tersenyum kecut menanggapi Mala.
"Mala,aku ke toilet dulu ya sekalian ngerokok.Di sini ber AC,aku gak bisa ngerokok."
"Oke,jangan lama lama ya."Seru Mala yang mulai sibuk membuka ponselnya.
Kenzo melintasi tempat duduk Yuma yang orangnya tidak ada.Hanya Adam di situ yang sepertinya juga sedang sibuk dengan ponselnya.
'Kemana Yuma?'Tanya Kenzo dalam hati.
***
Yuma rupanya ke kamar kecil juga.Yuma lebih dulu pergi dari Kenzo.
Di kamar mandi,saat sudah selesai buang air kecil.Yuma keluar dan melihat orang dengan gangguan jiwa yang hanya memakai baju compang camping di sana sini dengan tanpa celana yang menutupi bawahnya.
Yuma lalu menegang takut dan bahkan kakinya bergetar tidak bisa bergerak.
Orang gila yang jaraknya hanya kurang lebih 3 meter dari Yuma itu melihat Yuma sambil tertawa tawa sendiri dan mulai mendekati Yuma.
Yuma sudah menangis tanpa suara dan memejamkan mata pasrah.
Orang gila itu sudah semakin dekat dan hendak menyentuh Yuma.
"WOIIIIII."Teriak Kenzo tepat waktu.
Yuma membuka matanya dan melihat Kenzo berada tidak jauh darinya.Dari situlah harapan Yuma muncul dan merasa terselamatkan.
"PERGI!!"Teriak Kenzo keras pada orang gila itu.
Tapi orang gila itu sepertinya marah dan ingin melawan Kenzo.Dengan puntung rokok yang masih menyala di tangan,Kenzo lalu melemparkannya pada orang gila itu.
"AAAAAA…"Orang gila itu kesakitan karena puntung rokok itu mengenai perutnya.
"PERGI!!!"Suara Kenzo makin meninggi dan orang gila itu akhirnya takut dan pergi.
Yuma bisa bernafas lega sekarang.Kenzo lalu menghampiri Yuma dan memegang kedua pundak Yuma dengan panik.
"Kamu gak apa apa Yuma? Ada yang terluka?"Kenzo sangat panik melihat bibir Yuma yang pucat karena ketakutan itu.
Yuma menggeleng."Yuma takut om.Makasih udah selamatin Yuma."Suara Yuma masih bergetar karena shock pada hal tadi.
"SLAAPPP." Kenzo lalu memeluk Yuma.
Yuma menaikkan tangannya dan memeluk Kenzo juga.
"Jangan takut ya.Ada om yang bakal lindungin Yuma di sini.Gak perlu takut lagi."Kenzo mulai bicara dengan lembut agar Yuma tenang.
Yuma memilih diam dan menenggelamkan diri dalam pelukan dan d**a bidang Kenzo sambil memejamkan mata.'Om Kenzo harum,harumya lembut tapi awet.Sekarang aku ngerasa tenang banget.Aku yang tadi takut dan panik sekarang ngerasa hilang beban pikiran dan bisa tenang.'
Yuma sadar jika perlahan ia mulai bergantung pada Kenzo yang menjadi sandarannya.
Kenzo benar benar khawatir pada Yuma dan ikut sedih pada apa yang terjadi pada Yuma.Beruntung ia masih di beri kesempatan untuk menolong gadis itu dari bahaya.
***
Yuma kembali lebih dulu kedalam dan meminta agar hal ini hanya ia dan Kenzo saja yang tahu agar tidak membuat keributan.
Kenzo menuruti mau Yuma dan tetap tutup mulut dari Mala.Kenzo kembali ke dalam selang beberapa menit setelah Yuma.
"Yuma,kapan kapan kamu mau kan kalau aku ajak jalan lagi?"
"Iya,boleh kok."Sahut Yuma santai.
Kenzo menajamkan indera pendengarannya dan mendengar percakapan Yuma dan Adam.'Lama lama mereka bisa jadian kalau di biarin terus.Tapi aku ini siapa? Aku cuma omnya dan aku bahkan udah punya Mala.'Kenzo menatap Mala yang ada di hadapannya sekarang.Hal itu sekaligus menyadarkannya jika ia tidak punya wewenang apapun untuk memiliki perasaan lebih pada Yuma karena ia sudah memiliki Mala.Mala adalah isteri sahnya dan Yuma adalah keponakan isterinya.
Tapi,Adam sepertinya ada urusan mendadak.Yuma akhirnya pulang di bawa oleh Mala dan Kenzo ke rumah.
Di kursi belakang penumpang,Yuma tersenyum melihat om dan tantenya yang bersenda gurau.Tapi,sekilas Yuma juga bisa menangkap pandangan Kenzo yang meliriknya dari kaca depan mobil.'Apa cuma perasaan aku ya? Kok kayaknya om Kenzo sering ngelirik aku?'Yuma jadi tidak enak lalu menatap ke arah lain.Ia takut tantenya curiga dan mengira hal yang bukan bukan.
Mood Kenzo sudah kembali karena Yuma ikut pulang dengannya dan tidak di bawa oleh Adam lagi.