Saat hendak tidur,Yuma baru ingat jika sebenarnya malam ini ia punya janji untuk jalan dengan Adam.Yuma lalu bangun dan duduk di kasurnya.
"Astaga!!! Aku kok bisa lupa sih!!"Yuma marah pada kecerobohan dirinya sendiri.
Yuma membuka ponselnya yang melihat puluhan chat juga panggilan telepon dari Adam.
Yuma lalu menelepon Adam.
"Halo."
"Yuma,kamu kemana aja sih? Kan malam ini kita mau jalan."Adam bicara seperti menahan kesal,marah dan kecewa bersamaan.
"Maaf Adam,tadi aku ada urusan soalnya."Yuma berbohong karena tidak enak berkata jujur jika tadi sebenarnya ia menghabiskan waktunya dengan Kenzo.
"Ya udah gak apa apa."Nada Adam bicara jadi lemah dan tidak bersemangat.
"Besok kita pergi bareng aja."Yuma melakukan inisiatif agar Adam tidak terlalu kecewa dan sebagai penebus kesalahannya.
"Oke,kasi alamat kamu.Besok pagi aku jemput ya.Pulang kuliah,kita jalan ya."
"Iya.Udah dulu ya."
Yuma mematikan telepon itu.Yuma yang tadinya merasa bersalah sudah agak lega.
"YESSSSSS!!!"Adam bersorak sorai karena besok bisa jalan dengan Yuma.
"Biasa aja kali woy!"Anggi datang ke rumah Adam dan mengolok Adam yang sedang kegirangan itu.
"Jagain yah,calon pacar aku."Adam melucu pada Anggi juga sepupunya itu ternyata.
"Ogah,Yuma mah cantik.Sayang banget kalau jadian sama kadal bambu kayak kamu.Gantengan kemana mana juga omnya itu."Timpal Anggi.
"Ih,seleranya om om.Suka yang udah pengalaman ya.Bibit pelakor nih."
"Kalau omnya kayak om Yuma,jadi simpanan juga aku rela."
Anggi semakin nyeleneh.
"Boleh nih,besok aku aduin ke Yuma biar bilangin tantenya.Siapa tahu,kamu langsung dapat kiriman."
"Kiriman apa dam?"
"Kiriman santet! Hahahaa."
Anggi kesal lalu melempar bantal sofa pada Adam.Anggi juga sudah tahu jika Adam menyukai Yuma.Anggi bertugas sebagai mak comblang untuk Yuma dan Adam disini.
***
Esok paginya,Kenzo,Mala dan Yuma sarapan bersama di meja makan.Yuma membuat menu soto ayam pagi ini.
"Sedap banget Yuma,soto buatan kamu ngingatin tante sama kampung halaman banget."Mala menyesap kuah soto itu penuh nikmat.
"Iya,mirip buatan ibu aku juga."Kenzo juga sependapat dengan Mala.
"Yuma senang banget om sama tante suka yang Yuma masak."Ujar Yuma puas.
"Abis tante kamu gak mau masak sih,kalau dia masak pasti lebih endeus lagi.Om pengen banget isteri om pandai masak."Kenzo sekalian menyindir Mala.
"Nyentil nih maksudnya? Aku bisanya masak air aja.Kalau mau yang pandai masak aku mundur,kalau milih yang lihai di ranjang,aku langsung masuk kamar nih."
"Uhuk…Uhuk.."Yuma tersedak karena candaan m***m tantennya itu.Yuma yang masih lugu tentu saja serba salah menanggapi candaan dewasa untuk yang sudah menikah itu.
"Nih,minum Yuma.Tante kamu memang gak lihat tempat kalau becanda."Kenzo menuangkan air ke gelasnya lalu menyodorkannya pada Yuma.
Yuma meneguk air itu."Makasih om."
"Hahahahaha.Maaf ya Yuma."Mala minta maaf dan lucu melihat Yuma yang tidak ada sangkut pautnya malah kena imbas.
Di bawah meja,tidak sengaja kaki Yuma dan Kenzo yang duduk saling berhadapan itu bersenggolan.
Yuma dan Kenzo lalu saling memandang.
'Tenang Yuma,cuma gak sengaja.Jangan tegang gitu.'Yuma meneguk lagi air minumnya untuk menghilangkan tegang.
'Yuma,kamu harus tahu kalau ada pepatah dari lidah turun ke hati.Dari masakan kamu yang lezat,bisa buat yang nikmatin jatun hati ke kamu.'Kenzo bisa keluar batas jika Yuma terus telaten memanjakan lidahnya seperti ini.
"Yuma udah selesai,Yuma berangkat kuliah dulu ya Om,tante."
"Biar Tante anterin aja."
"Gak usah tante,teman Yuma jemput hari ini."
"Cewek apa cowok?"
"Cowok tante."Jawab Yuma malu malu.
Kenzo lalu berhenti makan mendengarnya.
Mala dan Kenzo ikut keluar melihat siapa yang menjemput Yuma.Adam sudah menunggu dengan motor maticnya di luar.
"Om,tante."Sapa Adam ramah.
Kenzo dan Mala juga tersenyum.
"Yuma berangkat dulu ya om,tante."Pamit Yuma.
"Iya,hati hati ya.Cakep juga tuh,boleh boleh nih ponakan tante."Mala menggoda Yuma.
Kenzo malah jadi dingin.Ia memilih pura pura sibuk melihat ponselnya dan tidak berkata apapun.
Yuma memasang helm dan mulai naik ke motor Adam.Adam segera tancap gas dan membawa Yuma pergi.
***
"Cowok itu pasti suka sama Yuma deh sayang."Tebak Mala sok tahu.
"Temannya aja paling.Namanya juga anak muda."Mood Kenzo lalu kacau.Tapi tidak ada yang bisa ia perbuat dan tidak bisa juga melarang.
"Mala,sabtu depan ke rumah ibu aku ya.Akikahan anaknya Keyra."Keyra adalah adik Kenzo.Kebetulan ia belum lama ini melahirkan dan akan mengadakan akikahan anaknya.
"Harus ya?"Mala sangat lesu dan malas jika di ajak ke rumah mertuanya.Mala tidak senang dengan mertua ataupun anggota keluarga Kenzo.Mala tidak senang dengan ibu Kenzo yang sakit struk dan duduk di kursi roda itu.Ia malas jika di suruh mengurus ibu mertuanya.
"Kok gitu sih? Kalau di ajak ke tempat ibu aku pasti kamu malas dan ogah ogahan itu.Aku kan jarang banget pulang."Kenzo mencoba memahami Mala yang selalu tidak senang di bawa ke rumah ibunya,bermalam pun hanya betah semalam dan selalu ingin pulang.
"Tiap bulan juga kita ngirim buat ibu.Ada Keyra juga.Kita ke acaranya aja terus pulang,gak usah nginap."
Kenzo kecewa dengan sikap Mala yang belum berubah itu."Satu malam aja Mala,ajak Yuma kalau kamu gak betah.Lagian kenapa sih gitu banget? Ibu juga gak pernah marahin kamu,ibu cuma duduk di kursi roda dan udah tua.Di sana juga ada Keyra yang urus ibu.Pekerjaan rumah ada pembantu.Kenapa gak betah?"
"Malesin aja.Kamu pasti sama ibu kamu terus dan aku di cuekin.Keyra juga pasti ngejekin aku yang belum hamil.Tapi dia malah udah brojol."Mala sangat tidak senang jika membahas keluarga suaminya.
"Emang Keyra pernah kayak gitu?"
"Nggak sih,cuma yah siapa tahu kan.Mana tahu juga hati orang."
Kenzo hanya bisa mengelus d**a pada Mala yang selalu berprasangka buruk pada keluarganya.Tapi ia tetap akan pergi dan membawa Mala ke rumah ibunya.Akan jadi perbincangan jika Mala tidak ikut dan omongan orang akan menjalar kemana mana.
Mala juga mau tidak mau ikut,ia akan membawa Yuma agar tidak bosan.
***
Adam senang bisa berbocengan dengan Yuma.
"Yuma,kamu udah sarapan?"
"Udah,kenapa memangnya Adam?"
"Nggak,kalau belum aku mau ajak sarapan bareng."
"Lain kali aja ya."Tolak Yuma halus.
"Iya gak apa apa,pulang ngampus kita makan di luar ya.Buat ganti yang semalam."
"Terserah kamu aja."Yuma juga merasa bersalah pada Adam dan mengikuti mau Adam saja.
Sampai di kampus,Yuma dan Adam bertemu Anggi di parkiran.
"Cieeeee,sama sama."Anggi mengolok Yuma dan Adam.
"Cuma pergi bareng aja kok,Anggi."Yuma mengklarifikasi.
"Udah cuekin aja,dia itu sepupuku aku.Memang suka ngeledek orangnya."Jelas Adam tentang Anggi.
"Jadi kalian sepupuan."Yuma agak kaget.
"Iya,aku sepupu cantiknya Adam."Canda Anggi.
"Cantik apaan,cantikan Yuma."Adam kelepasan bicara.
Yuma jadi malu dan Adam juga baru sadar mulutnya sudah keceplosan jujur.
"Aku duluan ya."Yuma memilih pergi di banding kelihatan bodoh karena salah tingkah.
"Kamu sih!"Adam malah kesal pada Anggi.
"Ye..yang salah juga kamu sendiri.Kasian deh loe."Anggi malah mengejek Adam lalu pergi mengejar Yuma.
"Ada apa sih dengan pagi ini? Perasaan ada aja kejadian yang buat aku jadi salah tingkah."Yuma mengingat kejadian bersama Kenzo dan Adam pag ini.
Dua pria yang membuatnya terganggu baik di hati maupun pikiran.