Entah mengapa kesedihan yang Alexa rasakan sekarang sangat berbeda saat hatinya terluka dulu akibat penolakan dari Aldiansyah. Kali ini, sakit itu berkali-kali lipat hingga membuat Alexa malas untuk beranjak dari tempat tidurnya. Mata Alexa sudah sangat sembab menangisi kepahitannya. Apa yang harus Ia lakukan, apakah Alexa masih diperlukan dalam hidup Gerald? Perlukah Ia kembali ke rumah sakit meskipun Gerald tidak mengharapkan kehadirannya? Padahal waktu Alexa di Malang juga sudah tidak banyak. Minggu depan Ia harus kembali ke Malaysia karena waktu libur kuliahnya telah usai. Butuh 3 bulan lagi, hingga program student exchange Alexa berakhir. Apa yang dapat Ia lakukan dalam satu minggu terakhir ini, batinnya. Alexa tenggelam di dalam pikirannya sendiri sampai suara ketukan pintu terdeng

