Chapter 20 - Salah...

998 Kata
Gerald melajukan mobilnya dengan cepat. Amarah telah memenuhi hatinya. Jujur saja, Gerald merasa seperti ditipu dengan kepolosan Alexa. Ia sangat berhadap hubungannya akan sampai kepernikahan. Ia merasa sudah sangat cocok dengan Alexa, dan orangtuanya pun pasti akan sangat senang. Mobil yang dikendarai Gerald melanjut sangat cepat ditambah dengan hujan deras yang menutupi kaca mobil. Air mata menetes begitu saja dan membuat penglihatan Gerald sedikit buram. Burg.... setelah itu semuanya berubah menjadi gelap. Kringg..Kring...Kring... dering ponsel membangunkan Alexa. Alexa yang baru tidur selama 30 menit itu pun kaget melihat ada telfon dari nomor tidak dikenal menghubunginya. Dengan mata yang sangat berat habis menangis semalaman, Alexa mengangkat telfon tersebut. "Halo Mbak.. Betul saat ini saya sedang berbicara dengan istri laki-laki yang mengemudikan mobil sedan BMW hitam dengan plat xxxx?" ucap suara laki-laki di sebrang telfon. Alexa sadar, bahwa mobil yang laki-laki tersebut sebutkan adalah mobil yang dikendarai Gerald, namun ungkapan istri seperti agak berlebihan. "Ya Pak, bagaimana?" ungkap Alexa santai. "Mbak, ini suaminya kecelakaan tadi kondisi jalan memang hujan deras, mungkin suaminya lagi cape atau gimana gak liat ada pembatas jalan, jadi mobilnya banting stir, kena bagian kanan. Untuk saat ini sudah dibawa ke rumah sakit terdekat di jalan xxxxx. Handphone dan barang-barangnya ini sama saya Mbak, kebetulan saya yang nemenin juga di Rs. Saya Ridho Mbak, nanti Mbak bisa hubungi ke nomor saya di xxx", ungkap sosok laki-laki yang mengaku bernama Ridho. Seperti sebuah sambaran petir, hati Alexa terasa semakin sakit. Bergegas Alexa bersiap menuju ke rumah sakit tersebut. Alexa mengetuk kamar Kevin dengan terburu-buru dan panik. Untungnya Kevin mudah dibangunkan, Kevin panik melihat Alexa yang sudah menangis tidak berhenti, sambil berbicara terbata-bata. "Kak... Ge.. Rald.. Kecelaka..an... Bi.. sa mint..a tolong anterin aku?" ucapnya sambil menangis. Kevin terlihat terkejud membulatkan bola matanya. Tanpa banyak bicara, Kevin langsung mengambil kunci mobil dan bergegas ke rumah sakit. Di sepanjang perjalanan Alexa hanya bisa berdoa, menghubungi kontak Tante Ira. Terdengar suara Tante Ira histeris menangis sambil memanggil Om Setyono. Sesampai di rumah sakit, Alexa langsung bergegas menuju ke pusat informasi untuk mengetahui ruangan Gerald di rawat dan mencari informasi terkait kondisinya saat ini. Tiba-tiba ada yang menepuk pundak Alexa. "Mbak Alexa ya? Ini saya Ridho mbak, yang tadi menelfon. Ini barang-barang suaminya, untuk saat ini suaminya lagi di tindak sama dokter di IGD. Saya pamit duluan ya Mbak, karena ditunggu anak-anak saya", ucapnya penuh perhatian. "Makasih.. banyak yah Pak Ridho, semoga kebaikan bapak di balas sama Tuhan", ucap Alexa masih dengan terbata-bata "Aamin mbak, semoga suaminya cepet pulih gak kenapa-kenapa ya mbak", ucapnya dan bergegas pergi. Alexa langsung menuju ke lokasi tempat Gerald ditangani, setelah menunggu sekitar 15 menit, Tante Ira dan Om Setyono sampai. Alexa juga sudah menghubungi mamah dan kakaknya. Melihat kehadiran Tante Ira, Alexa langsung beranjak dan memeluk Tante Ira dengan erat. Kedua wanita itupun menangis bersama. Selang 30 menit, dokterpun keluar. Kebetulan dokter yang menangani Gerald adalah rekan kerjanya sesama dokter. Dokter mengatakan tidak ada hal yang serius. Gerald mendapatkan benturan di kepala namun sudah di rotgen tidak ada keretakan dan hal lainnya. Hanya saja, Gerald mendapatkan sedikit jahitan di lengan dan pelipis kepalanya. Dan dokter mengatakan, ada kemungkinan Gerald gagar otak ringan yang menyebabkannya lupa akan satu atau dua hal di hidupnya. Untuk Alexa, yang terpenting adalah Gerald tidak apa-apa. Dokter menyarangkan hanya orangtuanya saja yang boleh masuk untuk saat ini, sampai Gerald sadar dari bius. Alexa menganggukan kepalanya, Tante Ira memberi kode ketika Ia akan masuk melihat Gerald. Om Setyono mengurus administrasi Gerald agar dapat segera dipindahkan ke kamar level satu yang tanpa ada pasien lainnya. Setelah Om Setyono selesai mengurus administrasi, tatapan Om Setyono akhirnya tertuju ke Kevin, Mungkin dirinya heran, siapa sosok laki-laki yang berada bersama mereka sejak dari tadi. Melihat tatapan Om Setyono kebingungan, Alexapun buka suara menjelaskan. Om Setyono hanya mengangguk setelah mengetahui bahwa Kevin adalah teman Alexa dan Dila kakaknya. Berusaha untuk membantu Alexa. Namun Om Setyono seketika berpikir mungkin Gerald akan cemburu jika melihat Kevin. Om Setyonopun memanggil Alexa dan menjelaskan. Alexa setuju, karena bukan akan cemburu saja, emosi Gerald pasti tidak akan stabil. Alexa berterima kasih kepada Kevin dan memberikan isyarat bahwa Ia boleh saja untuk pulang, tidak perlu menunggu. Alexa juga tidak enak dengan keluarga Gerald. *** Sudah dua jam, namun Gerald masih belum sadar. Alexa berinisiatif untuk membelikan Tante Ira dan Om Setyono Teh dan Kopi hangat dan berjalan menuju kantin rumah sakit. Selesai membayar, Alexa kembali ke kamar Gerald. Senang bukan main, ketika melihat Gerald sudah berbicara dengan Tante Ira. Alexa berlari, manaruh minuman yang telah Ia beli dan memeluk Gerald sambil menangis terisak. Beberapa detik kemudian, Gerald yang kaget ada sosok wanita yang main memeluknya langsung mendorong Alexa kasar. "Apaan si, lo siapa meluk-meluk gue?" tanyanya kasar. Tante Ira dan Om Setyono membulatkan mata dan saling bertatapan. Alexa pun tertegun dengan perlakukan Gerald. "Aku Alexa Rald, aku pacar kamu" ucap Alexa nanar. "Mah, apa-apaan si ini? Luna mana?" ucap Gerald. Sosok wanita yang Gerald ingat Luna? Namun, Ia ingat ucapan dokter dan buru-buru memanggil perawat untuk mengecek kondisi Gerald. Selang 30 menit, dokterpun mengkonfirmasi, Gerald sedang amnesia karena benturan yang terjadi di kepalanya. Harusnya amnesia ini tidak berjalan lama, namun tergantung dari stimulus yang diberikan. Akan lebih baik stimulus diberikan secara bertahap, agar Gerald tidak kaget dengan ingatan-ingatannya yang kembali. Alexa yang telah selesai menemani Tante Ira kembali ke ruangan Gerald. Terlihat Gerald sedang menelfon seseorang. Alexa menunggu Gerald sampai berbicara, betul saja, kalimat yang keluar dari mulutnya setelah itu adalah Luna. Gerald meminta Luna untuk menemaninya di rumah sakit. Lagi-lagi hati Alexa seperti tersayat. Alexa sampai siang ini belum juga kembali, sambil mengecek ponselnya Alexa menuliskan pesan ke Kevin. Menanyakan apakah Ia sedang berada di apartmenentnya atau tidak karena Ia akan menumpang mandi disana. Tidak butuh waktu lama, pesan Alexa segera di balas oleh Kevin. Kevin pun menawarkan untuk menjemput Alexa, namun Alexa menolaknya dengan halus. Alexapun berpamitan dengan Tante Ira dan menyalami Om Setyono. Alexa hanya tersenyum sambil berpamitan dengan Gerald yang hanya di balas dengan palingan wajah. Lagi-lagi Alexa menarik nafas panjang.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN