Chapter 19 - Kembali ke Malang

1488 Kata
Alexa sudah lebih dulu sampai di apartement mereka. Sambil membuka lembaran majalah di tangannya Alexa menunggu kedatangan Kak Dila. Pukul sudah menunjukkan pukul 7 malam namun Kak Dila masih belum sampai. Padahal mereka sudah janjian akan makan malam bersama di salah satu restaurant legendaris disana. Tok..Tok..Tok.. ketukan pintu terdengar. Alexa bergegas bangun dari kursi dan mengecek Kak Dila yang sudah sampai. "Kak.." suara Alexa terhenti. Sosok yang dihadapannya bukan Kak Dila, namun Kevin, teman Kak Dila. "Eh Kak Kevin", sapa Alexa dengan suara seperti tertegun. "Hai xa, sorry pasti lo ga nyangka gue kesini. Tadi Dila yang nyuruh gue jemput lo, soalnya dia langsung dari kantor di jemput si Boy. Is that oke?" ungkap Kevin sambil memperhatikan Alexa. Kevin sangat menyadari, Alexa memang sangat cantik. Hanya dengan pakaian santai tanpa di poles makeup dan dengan rambut yang dibiarkan tergerai Alexa sudah sangat menggoda dan membuatnya terpikat. Jika Ia bukan adik dari teman baiknya, mungkin Kevin sudah melahap wanita yang dihadapannya ini. "Oh gitu kak, oke give me a sec, aku ambil gardigan sama tas abis itu kita bisa caw", ucap Alexa buru-buru menuju kamar. Tidak membutuhkan waktu lama, mereka sudah berada di mobil untuk segera menuju ke restaurant. Sepanjang perjalanan,Kevin sesekali mencuri pandang dan melemparkan pertanyaan terkait kebiasaan Alexa serta bagaimana perasaanya selama menetap di Malaysia. Alexa menjawab dengan antusias sambil sesekali menghubungi Gerald yang belum meresponnya. Kevin memperlakukan Alexa seperti tuan putri. Membukakan pintu mobil Alexa dan merangkulnya. Yaa memang, terlihat Alexa sempat terkejud melihat Kevin merangkulnya namun, Alexa sadar Kevin pun melakukan hal yang sama dengan kakaknya dan Cinta. Mereka pun mengarahkan pandangan ke seisi ruangan, untuk mencari keberadaan Dila dan Boy. Alexa menyadari kakanya sedang melambaikan tangan ke arahnya seraya memberikan isyarat lokasi duduk mereka. Alexapun berjalan mendekat, diikuti Kevin di belakangnya yang berjalan sambil memperhatian Alexa dari belakang. "Gimana Xa? Ga diculik Kevin kemana-mana dulu kan?" canda Boy yang sambil menyolek Kakak Alexa. "Yee.. awas aja lo Kevin macem-macemin adek gue, gue jitak elo", celetuk Kak Dila sambil tertawa. Makan malam berjalan menyenangkan. Hanya 1 yang tidak menyenangkan dari malam itu adalah Gerald yang tidak membalas pesannya. Entah mengapa Alexa sudah mencoba menghubungi Gerald namun tidak tersambung. Alexa berusaha mengkontak kembali sampai tersadar jika dirinya di block oleh Gerald. Terkejud bukan main Alexa, merasa kesal. Apa yang harus Ia lakukan? Apa ia harus menghubungi Gerald dari ponsel kakaknya atau Alexa menghubungi Tante Ira? **** Berhari-hari Alexa menunggu respon Gerald yang menghilang tanpa kejelasan. Dari sabar sampai hilang kesabaran Alexa. Alexa memutuskan untuk tidak akan pernah menghubungi Gerald lagi. Padahal baru jalan dua bulan sejak kepergian Alexa untuk pertukaran pelajar ini. Alexa memutuskan untuk memanfaatkan libur tiga harinya untuk ke Indonesia. Alexa ingin menanyakan langsung alasan Gerald berprilaku seperti ini. Apa yang salah dari dirinya? Alexa sudah berkemas dan memesan tiket kembali. Hari ini kebetulan Kak Dila tidak bisa mengantarnya ke Bandara. Kak Dila sudah meminta Kevin untuk mengantarkan Alexa. Namun begitu mengejutkan, ternyata penerbangan Alexa kali ini ditemani olehnya. "Loh kok Kak Kevin ada disini?" ucap Alexa. "Iya Xa, ini tadi Kak Dila minta gue buat nemenin lo, nah kebetulan nemeninnya ga cuma sampai bandara, tapi sampai Malang. Hahahaha" tawa Kevin membuat Alexa membulatkan matanya. *** Perjalanan kali ini membuat Alexa merasa tidak enak. Tujuan Ia datang ke Malang untuk bertemu dengan Gerald, apa yang akan dikatakan Gerald jika melihatnya datang dengan laki-laki lain. Yaa memang hal ini bukan karena disengaja, hanya momen saja yang kurang tepat. Pesawat pun akhirnya mendarat di Bandara Soekarno Hatta. Alexa melihat jam ditangannya, memang sudah malam, Ia tidak mungkin datang ke rumah Tante Ira malam-malam gini. Bisa-bisa Tante Ira akan menanyakan banyak hal ke dia. Baiklah, malam ini Ia memutuskan akan menginap di hotel saja. Alexa pun memutuskan untuk berpamitan dengan Kevin. "Kak Kevin, makasih ya udah nemenin haha yaa gak nemenin juga sih ya.. cuma makasih ya kak, Alexa jadi gak gabut sendirian di pesawat gaada teman ngobrolnya", ucap Alexa berbasa-basi. Baru saja Alexa akan bergegas meninggalkan Kevin, Kevin menarik tangan Alexa. "Eh.." ucap Alexa terkejut. "Xa, gue ada apartment kebetulan di Malang. Lo mau nginep di Apartment gue aja?" tanyanya. "Oh nggausah kak, makasih banyak ya Kak, gak enak juga cewek sama cowo tinggal bareng", belum selesai Alexa mengucapkannya buru-buru Ia meralat. " Nginep bareng maksudnya kak". "Oh, gini Xa, apartment gue itu ada 3 kamar, dan kita ga ber2 doang kok. Ada kakak gue juga dan dia cewek kok Xa", ucap Kevin buru-buru agar kesalahpahaman ini bisa segera berakhir. Alexa berpikir sejenak, sebetulnya lumayan juga si jika dirinya menginap di apartment Kevin, lumayan Ia akan jauh lebih hemat. Alexapun akhirnya menyetujui ajakan Kevin tersebut, dan mereka pun menuju ke apartment Kevin dengan menggunakan Taxi. *** Gerald tampak tidak tenang. Rahangnya terlihat mengeras menyaksikan wanita yang Ia cintainya menghianatinya. Ia.. itu adalah anggapan dirinya terhadap Alexa. Situasi yang Ia lihat saat ini membuatnya semakin tidak percaya dengan wanita. Bagaimana bisa Alexa menghianatinya. 1 jam lalu, Gerald menghubungi Kak Dila karena tidak dapat melihat lokasi Alexa. Memang Gerald sangat posesif dan diam-diam selalu mengamati keberadaan Alexa dari aplikasi ponselnya yang terhubung ke Alexa. Ketika Gerald tahu bahwa Alexa kembali ke Malang hanya untuk bertemu dengan dirinya, Gerald sudah menurunkan amarahnya dan buru-buru menuju ke bandara untuk menjemput Alexa. Ia sudah tidak peduli dengan perselingkuhan Alexa sebelumnya dan akan memaafkan Alexa. Namun ternyata, Alexa bahkan bohong dengan Kakaknya sendiri. Alexa kesini bukan untuk bertemu dengannya, tapi untuk liburan dengan laki-laki berengsek yang sedang berada disampingnya. Tanpa berpikir panjang, Gerald mengikuti Taxi yang dinaiki keduanya. Ingin tahu ke arah mana mereka melaju. Karena Gerald tahu, Alexa sudah tidak ngekost lagi dan Mamahnya telah meminta agar Alexa dapat tinggal di rumah mereka. Hati Gerald betul-betul tidak tenang, kemana arah taxi tersebut melaju. Jika mereka memang akan menginap bersama, hati Gerald akan benar-benar hancur. Sudah tidak ada harapan lagi untuk kebahagiaanya di masa depan. Apa karena kesibukannya yang membuatnya harus mendapatkan penghianatan terus seperti ini, batinnya. Betul saja, taxi tersebut akhirnya berhenti di lobby apartmenet mewah di Kotanya. Terlihat sosok Alexa turun dari taxi diikuti dengan laki-laki tersebut yang berusaha terus mendekati Alexa. Gerald sudah di luar kontrol. Ia tidak bisa menahan emosinya yang sudah sangat terbakar. Ia bergegas turun dari mobil yang Ia parkir sembarangan di depan lobby dan berteriak. "Alexa!!" Sontak Alexa menoleh, matanya terbuka lebar saat mendapati sosok Gerald sedang berteriak dan berjalan cepat ke arahnya. Beberapa detik kemudian Alexa merasa jengkel dengan apa yang sudah Gerald lakukan. Hilang tanpa sebab hanya dengan 1 pesan putus. "Gila ya hebat ya.. izinya kuliah student exchange ke sana. Nyatanya pulang ke Malang malah baawa laki-laki yang gue gatau siapa! Hebatnya lagi sekarang udah jago bohong ya, bohongnya bukan sama gue doang lagi lo, sama Kakak lo juga! emang dasar ya cewek sama aja!" bentak Gerald. Rahangnya yang kokoh memperjelas emosi yang sedang tenggelam dalam dirinya. "Kamu ngomong apa sih? Bohong? Bohon apanya. Kamu yang putusin aku tampa sebab! aku coba hubungin kamu, kamu ilang gitu aja. Telfon kamu gabisa, texting kamu gakbisa. Aku di block!! Aku sampai kepikiran mau hubungin Tante, tapi gak enak kalau sampai Tante ke bawa-bawa masalah kita" ucap Alexa masih berusaha tenang. "Gakpapa lo harusnya kasih tau aja semua orang, biar mereka pada tau kelakukan lo yang kayak gini! Gue cinta banget sama lo Xa. Gue kerja, biar bisa tahun ini nikahin lo, mangkanya lemburan di IGD juga gue ambil. Lemburan ngajar juga. Tapi nyatanya apa, lo baru LDR sama gue 3 bulan aja udah dapet cowok baru! Top emang lo. Sekarang apa, mau tidur bareng lo sama ini cowok? Inget gak lo virgin lo aja sama gue! Terus sekarang jadi bisa dipake sama semua cowok lo?" ucap Gerald semakin tidak terkontrol. Alexa melamparkan tamparan ke wajah Gerald. "Jaga ucapan lo ya! gue dari tadi berusaha sabar, nahan emosi dan ego gue. Tapi omongan lo yang gak rasional ini udah buat gue gak tahan. Lo yang putusin gue tampa sebab, lo yang block gue. Gue ke Malang bela-belain buat ketemu lo jelasin ke elo. Ini udah malem, mangkanya gue tadi mutusin buat nginep di hotel karena gak enak sama tante. Terus ini bukan cowo sembarang, dia Kevin. Dia sahabat Kak Dila. Dan gue ditawarin nginep di apart dia karena kamarnya banyak. Dan gak berdua tapi ada kakaknya, perempuan!!1" teriak Alexa histeris sudah tidak peduli dengan sekitarnya. Mendengar ucapan Alexa, amarah Gerald perlahan menurun. Alexa sudah hilang dalam tangisannya. Alexa berlari menuju ke dalam lobby. Saat Gerald ingin menyusulnya, Kevin menghentikannya. Kevin yang daritadi menahan emosi ketika Alexa dihina akhirnya angkat bicara "Harusnya lo sebagai laki-laki bisa lebih calm down, jangan main hina perempuan gitu aja. Apalagi perempuan yang lo sayang!" ucapnya tegas. "b******k! ngapain lo nahan-nahan gue!" gerald kembali mencengkram lengkan Kevin. "Kalau lo mau ngomong sama Alexa, mending besok aja, lo gak kasian dia udah cape dan sekarang moodnya lo ancurin. Kalau lo sayang sama Alexa, lo harusnya bisa wise buat dengerin saran gue." ucap Kevin sambil meninggalkan Gerald yang mematung melihat bayangan Alexa menghilang.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN