Chapter 18 - Belajar

1136 Kata
Alexa menata dirinya kembali. Hari ini, adalah hari pertama dirinya memulai pembelajarannya di negeri orang. Alexa sesekali memperhatikan orang-orang di sekelilingnya. Terlihat banyak wajah-wajah asing, sepertinya ada yang keturunan India, Arab, Eropa, Australia, Chinese, Melayu dan terlihat segerombol anak-anak yang sepertinya sama dengan dirinya. Sama-sama dari Indonesia. Di kampus ini, Alexa harus memberanikan diri untuk mengasah kemampuan berbicaranya dalam bahasa inggris. Mau bagaimana lagi, bahasa pengantar dalam pembelajaran di kelas ini adalah bahasa inggris. Alexa mulai mengalihkan perhatiannya ke buku yang sedang Ia buka. Sesekali Alexa melihat ponselnya menunggu balasanya dari Gerald. Yaa.. walaupun Alexa tahu si kalau Gerald jam segini sedang sibuk-sibuknya ngajar. "Gue boleh duduk disini?" ucap seorang laki-laki yang sudah berdiri tepat di hadapan Alexa. "Oh boleh silahkan, sorry.." Alexa menimpali sambil memindahkan tas ransel yang sebelumnya Ia letakkan persis di kursi samping tempat duduknya. Ketika laki-laki tersebut sudah duduk, aroma khas yang super enak tercium. "Enak banget wanginya ini cowok" batin Alexa yang reflek memperhatikan wajah laki-laki tersebut. Sadar bahwa Alexa sedang memperhatikannya, laki-laki tersebut langsung mengulurkan tangannya. "Robert", ucapnya. "Alexa". Dosen matakuliah pertama hari ini telah menyudahi sesinya. Alexa langsung meraih ponselnya untuk menghubungi kakanya, mengajaknya untuk makan siang bersama. Robert, laki-laki yang baru dikenalnya tersebut langsung dihampiri oleh segerombolan gadis, kebanyakan dari mereka adalah bule. "Hi, Baby.. How are you? Will you come to Anna's party tonight?" tanya wanita dengan rambut blonde di hadapan Alexa. "Ho.. tukang party", batin Alexa sambil beranjak dari kursinya. "Excuseme", ucap Alexa dan melangkah menjauh. Dalam perjalanan menuju ke apartment kakaknya, Alexa berpikiran, wajah laki-laki tersebut seperti tidak asing. Ia seperti pernah melihatnya, namun entah dimana dan kapan. Alexa membuka pintu Apartmentnya, dan betapa senangnya Alexa ketika melihat kakaknya sedang menyiapkan makan siang. "Asik.. Kak Dila beneran pulang buat makan siang, wait kak aku nyusul bantuin", ucap Alexa menuju ke ruang tv untuk menaruh tas dan buku-bukunya. "Gimana hari pertamanya?" ucap Kak Dila. "Bahasa Inggris kan dek ngobrolnya", tanyanya lagi. Ternyata benar yang Kak Dila infokan sebelumnya. "Iya, bener kamu kak. Yaa gitu deh tapi tadi ada cowok manis deh kak, wangi lagi.. dan tau gak mukanya mirip siapa? Gerald!! kebayang kan kak gantengnya gimana. Cuma kalau dari sifat beda banget, hobi party kayaknya orangnya", ucap Alexa sambil menaruh piring ke atas meja makan. "Oh, ya? wah cobaan tu hahaha.. ati-ati ya dek, ini negara orang. Kamu gatau kebiasaan mereka, jangan ikut-ikutan party-party gajelas kalau gaada kakak. Oke?" ucap Kak Dila memastikan agar adeknya tidak salah langkah. Alexa mengangguk tanda setuju dengan apa yang kakaknya katakan. Mereka berduapun menikmati makan siang hari ini. Dert...Dert... Alexa melirik ponselnya yang bergetar. Tertera nama Gerald di layar ponselnya. Buru-buru Alexa mengambil ponselnya dan berlari ke kamar. "Baby...." sapa Alexa ceria. "Baby, maaf aku baru bisa nelfon. Pagi tadi aku kesiangan karena baru sampai rumah jam 3 pagi dari rumah sakit. Terus tadi aku bangun jam 8.30 sedangkan aku ada kelas ngajar jam 10. Jadi semuanya super buru-buru sampai aku ngga sempat lihat handphone", ucap Gerald menjelaskan panjang lebar. "Iya.. aku ndak marah kok baby. Aku kan tau kamu super sibuk.." ucap Alexa dengan nada manja. Alexa memang sedang belajar untuk lebih dewasa. "Ohya, kamu udah ketemu sama sepupu aku ya? kebetulan banget.. dia tuh kuliah di tempat kamu student exchange xa. Katanya dia, tadi kalian udah ketemu. Dia pake segala bilang kamu cantik dan menggemaskan lagi. Aku langsung ultimatum aja dia, awas aja berani-berani godain kamu. Tugas dia kan cuma buat jagain kamu dari cowok-cowok ganjen nakal yang berusaha ngedeketin kamu", ucapnya. Hah? Sepupu Gerald? yang mana? Alexa membatin dalam hati. "Baby wait.. sepupu kamu? yang mana? aku kayaknya...", Alexa sempat berhenti sejenak sebelum melanjutkan kata-katanya. " Oalah Rob.. Rob apa gitu ya", tanya Alexa. "Iya, Robert, dia sepupu aku. Aku udah bilang sama dia, calon kakak ipar dia lagi student exchange di kampusnya, jadi harus dijagain bener-bener.. kalau gak dia gak bakal punya ponakan yang menggemaskan kalau aku gak sama kamu.., hahaha", ucap Gerald bercanda. "Apa si baby.. pantesan, aku tuh kayak ngerasa mirip siapa gitu dia, ternyata mirip kamu", ucap Alexa. "Eh enak aja, cakepan aku lah. Awas ya kamu naksir dia!" ancam Gerald dengan nada serius namun seketika Gerald berusaha membuat dirinya santai. Mana mungkin Robert berani gangguin calon kakak iparnya. Gerald dan Robert memang sangat berbeda. Gerald terkenal dengan sikapnya yang dingin dan cuek sedangkan Robert terkenal dengan sikapnya yang sering menggoda wanita. Namun di dalam lubuk hati Gerald, hanya Robert saja yang dapat Ia percaya untuk menjaga Alexa selama jauh darinya. "Yaudah baby aku mau bobo siang dulu nih.. nanti ada kelas lagi soalnya siang jam 3", ucap Alexa manja. Ia memang sudah super mengantuk.. "Okeh sayang, text aku ya kalau sudah bangun. Love you", tutup Gerald. Yakan, laki-laki yang duduk disebelahnya tadi tipe laki-laki tidak setia. Ceweknya aja banyak banget tadi yang menghampiri, batin Alexa sebelum terlelap dalam tidurnya. *** Alexa terbangun dengan panik ketika melihat jam di layar ponselnya. "Duh, kesiangan lagi",ucapnya sambil buru-buru membasuh muka dan menggosok giginya. Alexa sadar betul jika Ia harus mandi dan berdandan terlebih dahulu, dapat dipastikan Ia akan telat masuk ke kelas keduanya nanti. Setelah semua buku sudah Ia bawa, bergegas Alexa melangkahkan kakinya menuju kampus. Kelas sore ini sepertinya Alexa tidak bisa untuk duduk di barisan depan. Barisan depan sudah full terisi dengan anak-anak yang mungkin sama ambisnya dengan dirinya. Alexa memutuskan untuk duduk di baris belakang, di dekat pintu kelas. Setelah 15 menit pelajaran di mulai, Robert datang, terlihat pakaiannya sangat tidak menggambarkan anak kuliah. Jika dibandingkan dengan laki-laki lain di kelasnya rata-rata mengenakan pakaian berkerah. Hanya Robert yang menggunakan jaket kulit hitam dengan celana jins yang entah apa modelnya. "Hai, Alexa.. pasti udah gak kaget kan yah lihat gue. Salam kenal ya Xa.. ya walaupun kemarin kita udah kenalan, tapi kan kemarin kita kenalannya sebagai Robert dan Alexa, bukan sebagai Robert yang sepupunya Gerald dan Alexa yang akan jadi istrinya Gerald", ucapnya terdengar seperti meledek. Alexa membatin, ada apa sih dengan laki-laki ini. Seperti tidak suka banget sama yang namanya hubungan serius. Tua doang tapi pikirannya masih labil, batin Alexa. Namun.. jika diperhatikan lebih detail, Robert memang sangat mirip dengan Gerald. Yang membedakan mereka adalah selain dari bentuk tubuh Gerald yang lebih kekar dan tinggi, namun rambut Robert yang sedikit ikal juga menambah perbedaan. Selain itu, Robert tidak punya lesung pipi seperti Gerald. Ah.. memang Gerald begitu tampan, batin Alexa. "Iya, udah di jelasin kemarin sama Gerald. Sekali lagi salam kenal yah.. mohon bimbingannya di negeri orang ini", ucap Alexa berusaha ramah dan mengakrabkan diri. Ya bagaimanapun, nantinya Alexa pasti akan sering menggangung Robert, baik untuk bertanya seputar kampus ataupun hal-hal lainnya. Robertpun menatap mata Alexa dalam, tanpa berkedip. Seakan Robert sedang menganalisa seperti apa Alexa ini, bagaimana sosok wanita di depannya ini bisa membuat saudaranya jatuh cinta kembali. Secara Gerald berhati dingin seperti gunung es. Merekapun saling bersalaman, dan Alexa tersenyum.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN