Beberapa minggu berlalu setelah drama keberangkatan Alexa untuk student exchange ke Malaysia. Hari ini adalah waktunya. Alexa sudah mengemasi pakaian yang akan Ia bawa. Kebetulan Alexa memang janjian dengan Kak Dila untuk berangkat bersama, sehingga Alexa sudah standby di rumahnya sejak hari Jumat. Alexa ke Jakarta naik kereta, karena Gerald harus membantu dokter-dokter senior di tempatnya bekerja untuk melakukan operasi besar. Sebenarnya Gerald tidak enak hati membiarkan Alexa sendiri, di kereta. Namun bukan Alexa namanya jika Ia langsung setuju dengan tawaran yang diberikan Gerald. Gerald sudah menyuruh Alexa untuk menggunakan pesawat, namun Alexa bersikeras ingin menikmati pemandangan dengan perjalanan kereta api.
"Kak Dila, ayo buruan ih.. Kak Dila kebiasaan banget mandi aja lama... Pesawat kita kan jam 2 siang kak.. sekarang aja udah jam 11 pagi. At least kita sudah otw ke bandara dari jam 11.30", ucap Alexa sambil cemberut di ruangan TV. Alexa benar-benar sudah standby dan siap untuk berangkat. Alexa dan Kak Dila memilih menggunakan taxi untuk ke bandara, karena tidak ingin merepotkan mamah mereka. Sesekali Alexa mengecek ponselnya, menunggu balasan Gerald. Mana sih ini cowok, gak ada perhatian-perhatiannya udah tau mau LDR, tanya kek apa, ini di chat dari jam 7 pagi aja belum bales-bales", gumam Alexa dalam batinnya.
"Hadeuh.. hayuk.. Aku udah pesen taxinya, coba kamu cek, dia udah deket takutnya kelewatan. Tau sendiri komplek kita jalananya repot", ucap Kak Dila. Alexa bergegas keluar rumahnya untuk mengecek, betul saja tidak butuh waktu lama, taxi tersebut sampai. Alexa buru-buru mencari keberadaan mamahnya untuk berpamitan dan berpelukan. Mamah Alexa sedang sibuk di dapur menyiapkan perbekalan untuk kedua anaknya tersebut. Terlihat juga Mbak Dwi sedang membantu mengemas. "Alexa, ini mamah bawain rendang, kalau sudah sampai langsung di masukin ke kulkas ya. Terus ini juga ada saus-sausan sama cemilan", ucap mamahnya sambil menunjuk kantung berwarna merah yang sedang di pegang Mbak Dwi. "Oke cintanya aku.. mah, itu taxinya udah sampai, Alexa pamit untuk menimba ilmu yah mah", ucap Alexa mendramatisir. "Adek gue kebiasaan deh jadi korban sinetron, pamitannya drama banget", ejek Kak Dila sambil menyenggol Alexa untuk bergeser. Alexa terkekeh dengan tingkahnya sendiri. Kak Dila pun menyalami mamahnya dan berpamitan. Alexa sekali lagi memeluk dan mencium mamahnya. "Yaudah,,, jangan pada drama deh anak mamah, buruan berangkat udah jam segini. Bulan depan mamah kesana ya", ucapnya. "Asik.. Alexa tunggu yah mah.. Mah ajak si Mbak Dwi biar dia ada pengalaman keluar negeri", ucap Alexa bercanda sambil menyenggol tangan mbaknya itu. "Asik.. Mbak Alexa kalau aku diajak.. bisa foto-foto deh sampe puas", imbuhnya. "Iya-iya liat nanti, kalau mamah males sendiri si Dwi mamah ajak", celetuk mamahnya sambil mendorong kedua puterinya tersebut ke luar. Mbak Dwi sudah siaga untuk memasukkan bawaan Alexa dan Kak Dila ke dalam mobil. Alexa membuka kaca mobil dan mulai melambaikan tangan.
Belum lama perjalanan mereka, Alexa mengantuk. "Kak Dila, aku nyender di bahu kakak ya.. ngantuk banget", ucap Alexa memelas. Sudah dari kecil Alexa terbiasa untuk bersandar ke kakaknya. "Gakmau ah, nanti kamu ngiler", ucapnya risih. Namun, senyebelin apapun adeknya tersebut, rasa sayang Kak Dila dengan Alexa memang tidak bisa dibohongi.
Setelah menempuh waktu satu jam, mereka pun sampai. Sejak beberapa menit yang lalu Kak Dila sudah membangunkan Alexa untuk bersiap. Mereka menurunkan barang bawaan mereka. Alexa menggerek koper dan mengikuti langkah Kak Dila yang menuju ke lokasi bagasi. Lagi-lagi Alexa mengecek ponselnya, tidak ada pesan masuk. Sangkin kesalnya Alexa sampai mengirimkan pesan marah ke Gerald.
Belum juga LDR udah lupa punya pacar! Awas aja, aku gamau chatan sama kamu! - Alexa
Lalu pesawat mereka pun lepas landas. "Bye-Bye Jakarta!", batinnya.
***
Sesampai d Malaysia mereka di jemput oleh temannya Kak Dila. Kak Dila mempunyai 3 orang teman, 1 orang perempuan dan 2 orang laki-laki. Laki-laki yang bernama Boy sepertinya memiliki hubungan khusus dengan kakaknya tersebut. Sedangkan yang bernama Kevin tampan dan mempesona sekali. Kevin adalah temannya Boy, Ia bekerja sebagai manager investasi di sebuah perusahaan ventures ternama di Amerika. "Wow", satu kata yang dapat mendeskripsikan first impression Kevin di mata Alexa. Alexa memang penasaran dengan cowok pintar. Namun, untuk masalah hati, Alexa tentunya sangat mencintai Gerald. Yaa.. walaupun sampai jam segini Gerald juga belum menghubunginya atau menanyakan kabarnya.
Sesampai di apartment mereka, Kak Dila mengajak Alexa untuk makan di luar bersama teman-temannya tersebut. Namun karena mood Alexa sedang kesal, karena Gerald, Alexa lebih memilih untuk makan rendang yang dibawakan mamahnya saja. Alexa cukup sadar jika Kevin daritadi memperhatikannya, namun Alexa memilih diam, daripada hanya ke GRan. Boy sendiri terlihat sangat berusaha untuk dekat dengan Alexa. Fix, Boy calon kakak iparnya, batin Alexa. Alexa sangat suka dengan Boy. Walaupun ini baru ke-3 kalinya mereka bertemu. Pertama Alexa bertemu saat menemani Kakaknya untuk pergi ke kondangan, itu pun sudah 3 tahun lalu. Lalu belum lama ini saat kakaknya sedang mencari-cari apartment untuk mereka tinggal di Malaysia dan ketiga dalah saat ini.
Alexa dan Boy terlihat sudah cukup akrab sampai sesekali melontarkan ledekan. Kevin masih dalam diam memperhatikan Alexa. Merasa cukup risih akhirnya Alexa buka suara. "Kakak ngapain sih ngeliatin aku terus? Ada yang aneh sama muka aku ya?" ucap Alexa asal karena risih. Kak Dila sepontan menoleh ke adiknya dan mencoleknya. Bisa-bisanya adiknya segamblang itu dengan Kevin. Laki-laki pintar, yang lahir sudah jadi sultan. "Hahahahahha... lucu banget si Dil adik lo ini, pengen gue culik", ucap Kevin sambil terus tertawa. "Wah jangan vin.. udah punya penjaganya. Galak lagi, dokter bedah, nanti lo di bedah-bedah pake pisau mau?" canda Kak Dila. Alexa sebal dirinya sedang dibicarakan. Kevin semakin merasa tertantang mendengar pernyataan Dila barusan.
Mereka pun telah pergi, Alexa terlihat sudah mulai membereskan pakaiannya dan bersih-bersih. Saat sedang konser di kamar mandi tiba-tiba ponsel Alexa bergetar mengalunkan nada dering panggilan. Alexa buru-buru melihat ponselnya penasaran apakah orang yang menghubunginya adalah Gerald. Betul saja tertera nama di ponselnya Mr. Nyebelin.
"Halo xa, kamu udah sampai?" tanyanya dengan nada suara antusias. "Ini siapa ya? ngapain nanya-nanya?" ketus Alexa menjawab. "Yaampun baby, aku hari ini lagi banyak banget yang di handle. Ada 2 operasi, aku bahkan belum sempat makan. Ini baru selesai aku langsung buru-buru nelfon kamu karena kangen", ucapnya memelas. Alexa sebenarnya masih ingin melanjutkan drama ngambeknya, namun Ia merasa iba dan khawatir dengan Gerald. "Yaudah kamu makan dulu aja rald, aku lagi di kamar mandi juga, nanti aku telfon lagi yaa. Maafin aku jutek", jawab Alexa melembut. "Oke sayang, aku makan dulu ya paling 15 menit after itu aku langsung telfon kamu dan pulang. Besok aku ada kelas juga lagi", ucapnya. "Bye Rald", Alexa memutuskan sambungan telepon. Alexa mereasa dirinya memang kekanak-kanakan, ingin selalu mendapatkan perhatian. Alexa harus belajar banyak lagi untuk dapat memahami bahwa Gerald memang sibuk dan dia tidak boleh egois.
Setelah bersiap, Alexa beranjak ke kulkas untuk mengambil bekal yang telah mamahnya siapkan. Sesekali Alexa mengetik di ponselnya mengabari Gerald dan Kak Dila untuk nitip dibelikan Ice Cream. Karena Kak Dila sudah berjanji malam ini akan dihabiskan untuk bersenang-senang dengan movie marathoon sebelum mereka berdua sibuk dengan perkuliahan dan pekerjaan.
Alexa memtuskan menelpon Gerald, tanpa diduga-duga terdengar suara wanita yang mengangkat. "Halo Xa, sorry banget gue yang angkat telfonnya, Gerald lagi ke toilet. Ini gue Luna", ucap Luna berusaha memamerkan keberadaannya yang sedang bersama Gerald. Lagi-lagi Alexa kesal, namun Ia tau tujuan Luna. "Halo sayang, maaf aku tadi ke toilet. Luna tiba-tiba datang ke rumah sakit, dia sama mamahnya yang lagi sakit sayang", ucap Gerald menjelaskan agar tidak ada kesalahpahaman. "Iya rald gapapa aku ngerti, mamahnya Luna gimana kondisinya? Kenapa Rald?" tanya Alexa memang khawatir. "Lambung baby, gerdnya kumat. Tapi sekarang udah fine. Tadi aku minta teman untuk bantu rawat dulu kasih suntikan untuk menurunkan kadar asam lambungnya", ucap Gerald menjelaskan. Alexa yang di sebrang telfon reflek menganggukan kepalanya tanda mengerti. "Yaudah sayang, aku siap-siap pulang ya. Kamu jangan tidur kemalaman, besok ke kampus kan. Goodluck untuk studynya baby. Titip salam buat Dila ya", ucapnya penuh perhatian. "Okeh sayang, aku tutup yah, see you gatau kapan", ucap Alexa dengan nada sedih.