"Kamu marah saat Ivan mau menciummu dan langsung menamparnya. Tapi kenapa waktu aku melakukan itu, kamu bereaksi berbeda?" Oke ... dan Anggi tak bisa menjawabnya. Bahkan, pertanyaan Yoga lebih sulit dari ulangan matematika. Kalau ulangan, jawabannya tentu saja ada di buku. Nah kalau pertanyaan Yoga, ia harus cari kemana? "Kenapa nggak dijawab?" Baru kali ini Anggi melihat Yoga bicara seserius itu. "Aku ..." "Apa pertanyaanku begitu sulit?" "Iya." "Tidak!" Yoga langsung menimpali jawaban Anggi. "Bahkan tanpa harus memikirkannya dulu, kamu akan mendapatkan jawabannya." Anggi hanya terdiam. Ya ... diam karena mencerna perkataan Yoga. Yoga menarik napasnya panjang. Sepertinya sekarang memang bukan saatnya membahas perasaan Anggi. "Kemarikan telapak tanganmu," pinta Yoga. "Buat apa

