Benar sekali, tepat saat waktu menunjukkan pukul 11 siang, Yoga sudah standby di parkiran kampus. Apalagi yang ia lakukan kalau bukan menunggu Anggi. "Ciee ... yang udah ditungguin sama kekasih tercinta," goda Ismi. "Kekasih apaan, sih, Ismi," bantah Anggi sedikit berbisik. Pasalnya posisinya sekarang sudah ada di dekat Yoga. "Kok jutek gitu, sih, wajahnya?" tanya Yoga sambil mencubit pipi Anggi dengan gemas. "Astaga ... pipi lo yang dicubit, kenapa gue yang baperr, ya," histeris Ismi. "Mau gue cubit juga? Cubitan gue berasa sampe ke jantung loh," tanya Erika pada Ismi dengan tampang sangarnya. "Ganas," dengus Ismi. "Ada masalah?" tanya Yoga pada Anggi. "Yoga, harusnya elo tahu, apa masalah yang dihadapi Anggi. Peka dong, peka ... masa ganteng-ganteng, nggak pekaan." Ismi langsung

