"Anggi ... apa kamu nggak bisa memahami semuanya dari sikapku ke kamu?" "Aku nggak mau memahaminya, mending kamu jelasin aja langsung." Yoga ingin tertawa mendengar balasan Anggi. "Baiklah," ujar Yoga. Ia seolah mencoba mengatur kata-kata yang akan ia ucapkan untuk Anggi. "Apa, Yoga?" Kelamaan, keburu perutnya jadi lapar. "Besok kita menikah," ujarnya singkat. "Hah?!" Kedua bola mata Anggi langsung membola mendengar perkataan Yoga. Apa barusan yang ia dengar? Atau, pendengarannya yang sedang bermasalah? Yoga kembali mendekat pada Anggi. "Apa perlu ku cium dulu, biar kamu sadar dari rasa kagetmu?" tanya Yoga dengan tingkah jahilnya yang spontan mendapat pukulan dari Anggi. "Jangan bercanda berlebihan," komentar Anggi sambil menyeruput jus jeruk miliknya hingga habis. Tenggorokanny

