Pulang dari kampus, Anggi berniat makan siang bersama Ismi dan Erika. Tapi, saat hendak memasuki mobil, Arta mencegatnya. "Nggi, aku mau bicara," ujarnya. Ismi dan Erika yang paham situasi saat itupun memilih untuk menghindar dari keduanya. ''Kalian bicara dulu, kita tunggu di sana," ujar Erika menarik Ismi. "Apalagi, sih, Kak?" tanya Anggi sedikit malas. Ya ... ia malas berhubungan dengan laki-laki seperti Arta. "Aku minta maaf masalah kemarin. Aku khilaf, Nggi," jelasnya. "Tenang saja, aku sudah memaafkanmu. Lagian, aku bukan orang yang punya sifat pendendam," balasnya. Arta tersenyum mendengar respon Anggi. Tadinya ia malah berpikir kalau Anggi tak memaafkan dirinya. "Makasih kalau gitu," balasnya bersemangat hendak memeluk Anggi. Anggi menghentikan niatnya. "Kak, aku memaafk

