"Seharusnya sebagai seorang cowok, kamu bisa menjaga kehormatan pasanganmu dari mata yang tak sepatutnya melihat. Tapi ini malah sebaliknya," ujarnya tertuju pada Arta. Anggi hanya diam terpaku saat seorang cowok, membela harga dirinya yang sedang di sepelekan oleh pacarnya sendiri. Diamnya bukan karena apa-apa, tapi karena sosok yang sedang bicara itu. Ia mengenalnya, sangat-sangat mengenalnya. Bahkan, di setiap aliran darah, hembusan napas, dan detak jantungnya seolah hanya untuk memikirkan sosok yang saat ini ada di sampingnya. Ya ... dialah, Yoga. "Ini urusan gue sama pacar gue. Jadi, lo nggak usah ikut campur!" hardik Arta tak terima saat orang lain ikut campur. "Masih pacar, kan? Bagaimana nasibnya kalau sudah menjadi istrimu? Sepertinya akan jauh lebih buruk," balas Yoga. Arta

