Anggi menyusuri jalanan. Ia masih memikirkan perkataan yang diutarakan Arta padanya. Ia bingung harus apa? Ia tak ingin dan tak akan bisa melupakan Yoga. Bahkan ia tak berniat sedikitpun melakukan itu. Tapi, di lain sisi, Arta ada benarnya. Di saat hatinya gundah, tiba-tiba Erika dan Ismi datang menghampirinya. "Lo nggak kenapa-kenapa, kan?" tanya Erika. Anggi menggeleng memberikan jawabannya. "Guys ... apa yang mesti gue lakuin sekarang? Di satu sisi, kehidupan gue harus lanjut, di sisi lain gue nggak bisa ngelupain Yoga," ungkapnya pada kedua sahabatnya. "Lo mau ngikutin saran gue atau Ismi? Karena saran kita berdua berbeda," ujar Erika. "Ish ... gue kan bukan ngasih saran, Ka. Cuman pendapat doang," komentar Ismi. "Sama aja kali ... cukkk." "Gue ikutin pendapat lo," balas Anggi t

