"Astaga!" "Kenapa, sih?" tanya mamanya bingung. Ia kembali menyodorkan ponsel itu pada mamanya. "Ganteng banget, Ma. Saking gantengnya sampai nggak bisa lihat bentuk orangnya kayak gimana," ujar Anggi sedikit menahan tawanya dan berlalu pergi. Rita memeriksa ponselnya, seketika itu ia tersenyum miris. Ah, ya ... ternyata semuanya gelap. Karena apa? Sebelum Anggi melihat seperti apa wajah dokter yang ia maksud, ponsel sudah mati terlebih dahulu karena kehabisan amunisi. Rita bergumam, "ya ampun. Nggak tepat amat nyawa ni ponsel tamatnya." Sampai di kamar, tepatnya baru saja saat ia hendak membuka sebuah majalah, ponselnya berdering. Kali ini bukan sebuah panggilan, melainkan pesan. Saat ia cek, ternyata itu adalah pesan dari Ismi. "Nggi ... jalan yuk. Mumpung libur, nih," ajak Is

