PART : 51

1301 Kata

Setelah menenangkan pikirannya dengan duduk di taman rumah sakit, Anggi kembali ke kamar Yoga. Terlebih saat Derian mengatakan kalau cowok itu sedang tertidur lelap. Ya ... meskipun harus menggunakan bius untuk membuatnya tertidur. Meskipun hatinya masih belum terima saat Yoga mengatakan ingin menunda pernikahan mereka, tetap saja Anggi tak akan tega meninggalkan laki-laki itu sendirian. Ia masih ingat, kalau Yoga adalah cintanya satu-satunya. Sampai di ruangan dengan aroma obat-obatan yang menyengat itu, Anggi segera menghampiri Yoga. Dia masih tertidur lelap dengan hembusan napasnya yang teratur. Bekas pukulan Arta di pipinya yang membiru, sudah agak memudar. "Tidurlah dengan tenang, karena kalau sampai kamu terbangun, aku belum sanggup mendengar perkataan itu lagi," bisik Anggi samb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN