PART : 47

1515 Kata

Ini benar-benar menyakitkan. Baru kali ini seumur hidup, seorang cowok memperlakukannya sekasar ini. Ia hanya bisa tertunduk lemas dengan air mata yang mulai membasahi kedua pipinya. Arta kembali menarik Anggi hingga ia seolah dipaksa untuk berdiri. "Jangan pernah membanding-bandingkan aku dengannya," geram Arta sambil menangkup wajah Anggi dengan kasar. Arta berniat mencium Anggi, tapi dengan cepat ia mengelak. Karena tindakannya itu, kembali tamparan kedua ia dapatkan. Kali ini ia merasa seolah menjadi bulan-bulanan Arta. Dalam hati ia sangat berharap kalau Yoga bisa datang dan menyelamatkannya. Tapi ia pesimis, karena Yoga tak tahu dimana keberadaan dirinya saat ini. Arta sedikit berjongkok di hadapan Anggi yang posisinya masih terduduk lemas di lantai. "Awalnya aku memang tak me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN