Khnurn yang telah kembali ke kediamannya mendadak uring-uringan. Hal ini membuat Kasim Hoton merasa sedih. Khnurn melemparkan papyrus dan alat ukur ke segala arah. "Yang Mulia, hamba mohon ... Jangan begini," pinta Kasim Hoton. "Diam kau! Pergi dari sini!" usir Khnurn. "Ampun yang Mulia ...." "Kubilang pergi, Hoton! Sebelum aku melemparmu keluar!" sergah Khnurn. Nyali Kasim Hoton pun menciut. Dia perlahan mundur kemudian pergi dari ruangan milik Putra Mahkota. Walau begitu, dia masih berjaga di depan pintu, khawatir sewaktu-waktu Yang Mulia putra mahkota membutuhkannya. "Ada apa Kasim?" tanya Wade yang kebetulan lewat. "Yang mulia putra mahkota sedang tidak baik-baik saja. Dia marah-marah karena Neith lebih memilih bersama king Khebe dibandingkan dirinya," jelas Kasim Hoton. "As

