"Kareem," panggil Khnurn, pada kepala pengawal istana dalam itu. "Saya Yang Mulia," jawab Kareem yang sangat terkejut mendapati putra mahkota datang ke kantornya. Kepala Pengawal itu segera berdiri dan memberi hormat. Sementara Putra mahkota Khnurn segera masuk dan duduk di hadapan Kareem, Kasim Hoton hanya berdiri mendampingi beliau. "Sudah, duduklah kembali, jangan sungkan," kata Putra mahkota Khnurn. Kareem pun mematuhi perintah sang putra mahkota dengan enggan. Tidak biasanya begini, seharusnya Putra Mahkota Khnurn hanya perlu menyuruh orang memanggilnya untuk menghadap. "Ada yang ingin kubicarakan denganmu," ujar Khnurn. "Tentu saja Yang Mulia, silakan." "Berapa banyak jumlah tentara istana dalam?" tanya Khnurn. "Yang Mulia ...." Kasim Hoton menyela. "Diam, kamu Hoton!" bentak

