Khnurn sedang berkonsentrasi, menulis sesuatu di lembaran papyrus ( pelepah pohon untuk tempat menulis). Tidak ada yang bisa mengganggu konsentrasinya, selain gadis itu. Namun, Khnurn merasa lega dan tenang, setelah Neith kembali normal seperti biasa. "Apakah yang kau tulis, Yang Mulia?" tanya Neith yang mendekat ke meja Khnurn. "Hanya sebuah surat," ujar Khnurn. "Benarkah? Untuk siapa?" tanya Neith dengan rasa penasaran yang begitu besar. "Untuk para petinggi istana. Aku dan beberapa orang seharusnya mengadakan pertemuan siang tadi. Namun, segala sesuatunya tidak memungkinkan," ujar Khnurn. "Yang Mulia. Bagaimana bisa Anda melupakan janji itu dan seharian menemaniku di sini?" keluh Neith yang sangat terkejut mendengar pengakuan Khnurn. Seharian putra mahkota itu merawatnya, menemani

