... "Baiklah, aku harus pergi," ujar Nyonya Zegi, yang menyadari bahwa dirinya terlalu lama berada di sana. Peristiwa ganjil tadi membuat kepala.pelayan istana utama itu, enggan berlama-lama. Nyonya Wade mengangguk mengerti. Situasi ini juga membuatnya sedikit ngeri. Dia pun segera membenahi penutup muka dan pergi dari kamar Yang Mulia Putra Mahkota. Dia harus menemui Khnurn di paviliun sebelah. Namun, belum juga beberapa langkah, Khnurn sudah lebih dulu datang menghampiri. Putra mahkota kerajaan Mesir itu pun sempat berpapasan dengan Zegi. Namun karena Nyonya Zegi mengenakan penutup kepala dan muka, Khnurn tidak terlalu memperhatikannya. Dia menganggap Nyonya Zegi hanyalah seoearang pelayan biasa, yang bertugas di istana dalam. "Yang Mulia putra mahkota Khnurn, salam hormat saya," ka

