Hanna dan Billie keluar dari restoran mewah itu. Dengan segala bujuk rayunya Billie, akhirnya Hanna menyetujui untuk menyimpan kalung tersebut dirumahnya.. dengan menenteng tas perhiasan dan menggandeng Hanna, Billie berjalan turun dari lift dan menuju lobby pusat perbelanjaan tersebut
“ Apakah kau ada tujuan lain?” Tanya Billie
“ Harusnya aku yang bertanya Bil… kau kan yang membuat planning kesini, kalau aku kan hanya Followers.. jadi tidak punya rencana ” Jawab Hanna.
“ Mungkin ada sesuatu yang ingin kau beli, mumpung kita sedang di Mall.” Billie menjawab dengan bijak
“ Kau kan jarang punya waktu libur ” Lanjut Billie lagi
“ Oh iya yaa.. benar juga.. “ Hanna tampak berfikir
“ Apakah kau tidak apa- apa? Kau punya waktu kah?” Tanya Hanna
“ Aku akan berikan semua waktu didunia ini untukmu Amber” Jawab Billie
Hanna tersipu, dia ingat diaingin berbelanja bulanan karena dia tidak sempat. Semua peralatan mandinya habis.
“ Sebenarnya aku ingin berbelanja bulanan. Semua peralatan mandiku habis. Tapi kamu pasti akan bosan menungguku. Apa kamu tinggalkan saja aku disini? Nanti aku bisa pulang sendiri” Hanna berkata
“ No.. Noo.. pantang bagiku meninggalkan wanita ditengah jalan. Kalau kamu pergi aku jemput, maka kamu pulang pun harus aku antarkan sampai kedepan pintu rumah.” Billie berkata tegas
“Tidak…. Lebih baik kamu pulang saja, aku pasti akan lama.” Hanna berkeras
“ Aku akan sabar menunggumu, malah aku akan membantumu berbelanja. Kau tau? Aku teman belanja yang hebat” Ucap Billie membanggakan diri. Hanna benar- benar tidak habis pikir, kenapa Billie ekarang sering sekali menghabiskan waktu Bersama dengannya. Apakah dia tidak punya teman? Atau tidak punya pacar? Atau kesibukan lainnya?. Apakah dia sesuka itu padaku? Ah tidak mungkin dia menyukaiku. Ini pasti karenadia tidak punya teman. Batin Hanna
“ Kamu yakin tidak apa- apa?” Tanya Hann dengan bingung
“Yes Im Fine!” jawab Billie
“ Apakah kamu tidak ada kegiatan lain? Pergi berama pacarmu misalnya?” Tanya Hanna lagi
“ Hanna, kenapa kau harus mempersulit semuanya? Aku punya waktu untukmu. Apakah tidak cukup?” Tanya Billie lelah
“Bukan mempersulit Bil… aku hanya tidak ingin kamu merasamembuang- buang waktu berhargamu hanya untuk sekedar menemaniku berbelanja.. hello..para lelaki membenci perempuang yang sedang berbelanja. Karena mereka lama” Hanna menjelaskan
“Hanna… it is just enough with…Im fine. Clear? “ Billie menjawab tanpa basa basi
“ Oke Arth… Lets go” Jawab Hanna tidak mau memperpanjang
Mereka berjalan kearah swalayan. Tempatnya terletak di lantai paling bawah Mall tersebut. Billie tetap menggandeng tangan Hanna. Kadang- kadang dia menggengam tangannya. Gerakan Billie yang cukup berirama memberi dampak pada tubuh amber. Jantungnya berdesir, semua sentuhan Billie bagaikan m****n di tubuh Hanna. Dan Billie terlihat sengaja terus memberikan sentuhan- sentuhan tersebut pada Hanna. Hanna buru- buru mengambil trolly, agar tak perlu menggandeng tangan Billie lagi, dia berjalan didepan Billie, mengambil barang- barang yang dia butuhkan, shampoo, sabun, conditioner, pasta gigi, ikat gigi, semua kebutuhan dia ehari- hari. Dia harus menyetoknya selama sebulan. Billie mengikutinya dengan sabar, dia mengambil alih trolly belanjaan, agar Hanna bisa leluasa bergerak kesana sini. Setelah selesai di bagian perawatan tubuh, Hanna berjalan ke bagian makanan, dia mengambil beberapa cemilan, s**u untuk tulang dan juga mengambil beberapa batang coklat- coklat kesukaannya
“ Kamu suka coklat? “ Tanya Billie
“ Yup… its made up my day “ ucap Hanna
“ Kalau sedang strees, makan coklat menghilangkan kekalutan” Lanjut Hanna lagi.
“ Aku punya banyak coklat Swiss dirumah. Apakah kamu mau? Terakhir aku ke Swiss aku membeli banyak coklat untuk di bagi- bagikan.” Billie menjelaskan
“ Ahh kamu baik sekali Bil.. Aku suka coklat Swiss.. nanti kalau kita ada rencana bertemu boleh lah kamu bawakan coklatnya” Jawab Hanna
“ Pastinya Hanna. Aku akan membawakanmu coklat satu box nanti. Hati- hati dengan gula darahmu ya..”
“ Jangan kasih aku 1 box, cukup beberapa batang saja. kau tau, aku tidak bisa berhenti makan coklat jika melihat ada stok coklat banyak ” Hanna berkata serius
“Baiklah kalau begitu akan kuberikan 1 batang coklat untukmu setiap kita bertemu. Maka itu artinya aku harus bertemu denganmu setiap hari, agar aku bisa memberikanmu coklat setiap hari.” Ujar Billie
“ sepertinya kau senang sekali menambah pekerjaanmu Bil. Pekerjaan tanpa bayaran.” Sindir Hanna.
“ Aku kan sudah bilang, akanku berikan semua waktu yang ada didunia ini untukmu Hanna ” Billie memasang muka serius
“ aku lihat lama- lama kamu semakin pintar menggombal Bil. Apakah kau melakukan ini kepada semua wanita? “ Sindir Hanna lagi
“ Hanna hatiku terluka jika kau menganggapku buaya..” Billie terlihat sedih
“ Arthur.. im sorry Okay? aku hanya bercanda “ Hanna berkata lagi
“ Apakah ada lagi yang mau kamu beli? “ Tanya Billie mencoba mengalihkan topik.
“ Bil, apakah kamu bosan? “ Tanya Hanna lagi
“ Tidak… kamu belanja saja dengan tenang. Aku senang menemani kamu berbelanja” jawab Billie
“ Aku ingin mengambil bahan- bahan masakan. Seperti daging, ikan dan lain lain. Apakah kamu keberatan? aku rasa sebentar lagi aku selesai” Hanna berkata
“ Tidak.. takeyour time Hanna… sekalian kamu belanja untk memasakkan ku masakanmu ya..” Billie menagih janjinya
“ Sure Boss” Jawab Hanna singkat. Hanna melanjutkan kembali kegiatannya berbelanja, dia sibuk dengan dirinya sendiri dan lupa Billie terus mengekorinya dengan sabar. Billie melihat Hanna dengan seksama. Wanita ini benar- benar membuatnya penasaran. Hanya saja hatinya bergejolak setiap kali memikirkan Wanita yang sudah dipacarinya selama 5 bulan terakhir. Dia seperti ingin memeluk Hanna, tapi dihatinya kadang terbersit bayangan kekasihnya yang seorang wanita sempurna. Tidak ada kekurangan padanya, hanya saja kekasihnya tidak bisa menghapus keresahannya tentang persidangan. Berbanding terbalik dengan Hanna, Hanna wanita yang jauh lebih sempurna dengan kehadirannya yang mengangkat beban- bebannya akan persidangan. Itulah yang membuat Billie sangat mendambakan Hanna. Hanya saja langkahnyatertahan oleh kekasihnya. Dan dia melihat Hanna pun menahan langkahnya. Sepertinya dia mempunyai seseorang juga. Atau dia ingin memastikan Billie tidak mempunyai orang lain. Billie mengambil keputussan untuk tidak bertanya apapun mengenai masalaha hubungan mereka kepada Hanna. Karena dia tidak siap menjawab akan kehadiran kekasihnya dihatinya. Billie terus menatap Hanna, bisakah satu hati memiliki 2 cinta? Batinnya. Billie memilih mengabaikan lagi semua pikiran- pikiran itu. Sekarang hanya… menikmati waktu bersamanya sebanyak- banyaknya sebelum dia menolakku batin Billie lagi
“ Apakah kamu suka ikan Bil? “ Tanya Hanna membuyarkan lamunan Billie
“ Yeah,,kau tau aku suka seafood “ jawab Billie
“ Baiklah menu kita selanjutnya adalah Steak Slamon saos Lemon by Chef Hanna “ ucap Hanna dengan bertolak pinggang
“ Hari apakita akan mencoba masakanmu?” Tanya Billie
“ Ketika kamu tidak sibuk saja “ Jawab Hanna
“ Aku tidak sibuk mala mini” kata Billie lagi
“ Malam ini?? Kamu tidak bosan menghabiskan waktumu seharian denganku? Sekarang mau menambah semalaman lagi?” Tanya Hanna
“ Apa kau mau menghabiskan waktu semalaman dengan ku Hanna? “ Billie bertanya serius. Wajah Hanna memerah. Dia salah bertanya.
“ Maksud ku, kita sudah seharian ini Bersama. Apakah kamu tidak bosan jika mala mini juga masih Bersama denganku? ” Hanna bertanya hati- hati. Takut salah ucap lagi
“ Aku tidak keberatan menghabiskan waktu, sehari, semalam, seminggu, sebulan, setahun 2 tahun dan seterusnya denganmu” Jawab Billie lagi
“ Kau memang banyak bercanda Tuan Billie. Kamu harus lebih banyak menghabiskan waktu dengan pengacaramu saat ini.” Jawab Hanna
“ Hanna Please hari ini terasa sanggat indah bagiku, jangan kau inggatkan tentang orang sialan itu lagi. Itu merusak hariku. “ tutur Billie
“ Uppss Sorry Bil, maksudku pengacara barumu nanti. Kita harus segera menendangnya Bil…” jawab Hanna serius
“ Yeah kamu benar… kamu berjanji padaku untuk mencarikan ku pengacara.” Billie menagih janjinya
“ yeah pasti, aku akan bertanya kepada teman- teman Jaksa dan teman- teman polisiku nanti, siapakah pengacara yang bisa menanggapi Jaksa Damon dan Hakim Morr. Aku yakin kasus mu ini pasti ada jalan keluarnya. Setidaknya kalau tidak bisa dibuktikan tidak bersalah, tapi bisa dijadkan bahwa ini bukan kejahatan serius. Kita giring menjadi kejahtan untuk hajat hidup orang banyak.
“ Yes… kamu benar… “ Billie mengangguk. Dia mengakui kecerdasan Hanna. Dia memang bukan orang biasa
“ Apkah kita jadi makan steak salmon malam ini? “
“ As Your Wish Sir…” jawab Hanna lagi
“ Thaank Goooood…” Billie berteriak senang
“ Sshhhh Bil.. semua orang bisa mendengarmu. “ Hanna berbisik di kuping Billie
Arthur terkekeh… ” aku bahagia Hanna. Tidak bisakah kau lihat kebahagiaanku?” Tanya Billie
“ Ah, kamu selalu mengada- ada. “ jawab Hanna sambil berlalu meninggalkan Bilir untuk mengambil Salmon dan teman- temannya.
“ eh Bil, tapi jangan di apartemen ku ya? Karena Apartmentku terlalu kecil. Dan berantakan. Aku malu” Ucap Hanna
“ Jadi mau di rumahku? Boleh saja. Aku punya banyakkoleksi champagne Billie. Kita buka botol nanti yaa.. “ Jawab Billie
“ Baiklah… tapi sebaiknya kita ke apartemenku dulu ya? Untuk drop barang? Bagaimana?” Tanya Hanna
“ As your wish Ma’am…” Jawab Billie
“ Baiklah, ayo.. aku sudah selesai….” seru Hanna
“ Ayo kita bayar…” ucap Billir lagi.
Mereka berjalan menuju kasir. Antrian panjang terlihat disana. Billie dan Hanna mengambil line Antrian yang terpendek.
“ Harusnya tadi aku mengantri duluanya..” Billie berkata
“ Tidak apa- apa… kita nikmati saja” Jawab Hanna bijaksana
“ Kau memang wanita bijak “ Billie terenyum sambil mengelus pipi Hanna. Wajah Hanna langsung berubah merah. Damn kau wajah, berhentilah memerah pleaseeee batin Hanna. Untu menghindari Billie melihat wajah merahnya Hanna segera pergi untuk mengambil air mineral. Dia mengambil 2, satu untuknya dan satu untu Arthur. Dia memberikan botol air Billie, namun Billie mengambil botol airny dan membukakan untuk Hanna.
“ Agar tanganmu tidak merah Hanna “ kata Billie.
“ Thank you Bil… “ Hanna menjawab sambil meneguk minumannya
Mereka tetap berada di Line antrian. Antrian seperti ular tampak hampir berakhir. Ketika gilirannya tiba, setelah mengeluarkan seluruh belanjaan, dan kasir memindai barang- barang belanjaan. Sebelum Hanna sempat mengeluarkan kartunya, Billie telah terlebih dulu membayar semua belanjaannya.
= = = = = Bersambung = = = = =