23

1463 Kata
Jantung Hanna berdetak kencang, melihat kalung yang terpasang di lehernya. Terlebih dengan semua sentuhan dan gesekan kulit tangan Billie ke kulit lehernya. Seperti memancing adrenalin di d**a Hanna. Ada apa dengan Billie? Mengapa sangat sulit untuk mengabaikan dia? Apa yang dia inginkan dariku? Apakah ini hanya perasaanku saja? Tapi kalung ini buat apa? Tidak mungkin kan dia memberikan kalung semahal ini untuk semua wanita? apakah aku terlalu percaya diri? Tapi aku yakin dia mempunyai perasaan tertentu untukku. Apakah salah? Segala pertanyaan berkecamuk di dalam pikiran Billie. Dia bingung harus berlaku bagaimana terhadap Billie. Perlukah bersikap seakan-akan dia istimewa? Atau kalau aku biasa saja apakah dia akan merasa tersinggung? Semua pertanyaan membingungkan itu tidak ada jawabannya. Hanna pasrah dengan kondisi. “Kamu sepertinya banyak pikiran Hanna?” Tanya Billie “Apakah kamu sedang memikirkan mau menjual kalung itu?” Billie berkelakar “ha… ha… haa… kau memberiku ide bagus Billie… benar- benar ide yang bagus. Kau memang pebisnis sejati.. ha. Ha.. ha..” Hanna tertawa terbahak- bahak Billie cemberut mendengar gurauan Hanna. “Aku membelikan itu dengan sepenuh hati. Bisa- bisanya kamu benar- enar berpikir ingin menjualnya” Billie manyun mendengar Hanna tertawa lepas. “Bil, ini kalung pemberianmu, tidak akan pernah aku buang. Mungkin tidak aku pakai tiap hari, tapi jika ada kesempatan bagus pasti akan aku kenakan. Kamu tidak perlu khawatir. untuk menjual kalung ini aku akan mempertaruhkan nyawaku” Hanna berkelakar lagi “Benar yaa? Kamu harus berjanji padaku..” Tanya Billie lagi. “Iyaa.. iyaaa aku berjanji… “ Jawab Hanna lagi “Terima kasih Hanna..” Jawab Bille. Hanya dengan kau menerima kalung ini saja aku sudah bahagia. Paling tidak pengorbananku tidak sia-sia.” Lanjut Billie lagi “Aku yang seharusnya mengucapkan terimakasih Bil. Kalung ini sangat mahal. Harusnya kau tidak memberikan ini kepadaku. Ini terlalu mahal. Seharusnya ini untuk seseorang yang istimewa. “ Hanna berkata “Kamu adalah wanita istimewa untukku Hanna” jawab Billie Jantung Hanna kembali berdesir. Kata- kata itu selalu memabukkan Hanna. Billie memang lelaki sejati yang pintar mencuri hati wanita. setelah menata jantungnya Hanna menjawab “Bil, aku tidak istimewa, aku hanya menemanimu dan mendengarkan keluh kesahmu mengenai persidangan. Hal itu bisa dilakukan oleh semua orang” jawab Hanna sambil tersenyum “Jadi aku tidak istimewa untukmu Amber” Billie bertanya dengan muka sedih “Bil kamu adalah anak bos ku. Tidak mungkin kamu tidak istimewa” Jawab Hanna dengan senyum manisnya “Hanya sebagai anak bosmu? Kamu tidak merasa hal lain?” Tanya Billie lagi denganraut muka sedih Jantung Hanna terasa berhenti berdetak. Dia tidak siap menjawab ini. “Bil, kamu pasti punya pacar kan? Tidak mungkin pria sesukses dan setampan kamu tidak punya pacar.” Hanna menjawab membalikkan keadaan Melihat Billie diam saja, amber tdak mau memperpanjang. Dia tidak mau membahas ini lebih jauh lagi. Karena dia tidak siap dengan pertanyaan Billie nanti. “By the way Bil… aku baru ingat, Jadi kalung satunya untuk siapa Bil? Untuk Nyonya Triton kah?” Tanya Hanna langsung mengalihkan topic sebelum Billie menodongnya dengan pertanyaan- pertanyaan lain lagi. “Ohh yang ini?? Aku baru mau mendiskusikan ini denganmu.” Jawab Billie “ Hah ? mendiskusikan denganku ? aku tidak salah dengarkah ? “ Tanya Hanna bingung “Iyaa.. aku harus mendiskusikan ini denganmu..idak bisa percaya kepad siapapun lagi amber. Hanya kau orang yang bisa aku percaya sekarang.” Jawab Billie “Aku merasa terhormat Bil.. tapi kau punya pengacaramu. Kenapa kau malah bertanya padaku?” Hanna masih tak percaya “Kau tau, aku tidak bs mempercayai pengacaraku… mereka aneh. Aku merasa mereka tidak sepenuhnya membelaku, Kau lihat sendirikan selama persidangan kemaren? Dia hanya diam. Dia tidak membelaku sedikitpun” Bil berkata dengan wajah heran. “ mereka memang terlihat aneh. Apa kau tidak ingin mengganti team pengacara lain? “ Tanya Hanna “ Aku tidak enak pada ibuku Hanna. Dialah yang bersusah payah mencari pengacara untukku” jawab Billie pelan “ Tapi kalau kau merasa dia memang tidak kompeten, lebih baik kau ganti saja. Masa depanmu ada ditangan mereka Bil” Hanna memberi saran “iya.. kamu benar.. nanti kita diskusikan lagi mengenai masalah ini. Untuk saat ini persidangan balum terlalu krusial. Karena masih bukti- bukti dari pihak penuntut. Nanti ketika saatnya kita menyerang, aku akan menggantinya. Kamu bantu aku mencarikan pengacara yang bagus ya..” Pinta Billie “Pastinya Bil.. aku ingin kamu tidak main- main dengan memilih pengacara ini. Karena ini adalah hidup mati kamu dan keluargamu. Kalau kamu sampai kalah dan harus mendekam dipenjara, siapa yang akan meneruskan bisnis keluarga kalian?” Hanna menyerocos “Benar Hanna. Aku pasti akan mengikuti nasehatmu.” Billie menjawab patuh “Jadi … bagaimana nasib kalung yang satunya ini? Kau ingin mendiskudikan apa?” Tanya Hanna “Ohya,, aku ingin memberikan kalung ini kepada Hakim Morr.. bagaimana menurutmu?” Billie balik bertanya “Apaaa? Kamu mau memberi kalung seharga setengah milyar ini kepada siapa??? Aku tidak salah dengar??” Hanna terkejut. Matanya terbelalak sampai hampir keluar dari rongga mata “Ssstttt Hanna jangan berteriak… ssttt nanti terdengar oleh orang lain…” Billie menjawab dengan pelan “ Kamu yakin ingin memberikan kalung harga setengah milyar ini kepada Twiden Morr?? Ini tidak bijak Bil…” ucap Hanna “ Yess.. aku ingin dia memperhatikanku Hanna” Billie menjawab dengan putus asa. “Kau tau, aku lelah dengan segala siding ini… aku ingin segera menyudahi dengan hasil yang baik. Makanya aku ingin dia menerima pemberianku dan mengingat kepadaku.” Ucap Billie dengan nada muram “Aku tau maksudmu Bil… But it Isnt worth anyway….kamu hanya akan membuang- buang uang” Hanna menasehati “Hakim Morr adalah hakim yang sangat tegas. Dia tidak bisa didekati oleh siapapun kau tau?” Hanna menjelaskan “Kau tau banyak tentang dia Hanna.” Ucap Billie Takjub Dia bahkan pantang meminum minuman dari luar selain dari kantornya. Misalnya seperti minuman kemasan, minuman kaleng, dan lain- lain. Kau tau kenapa? Karena dia takut itu adalah minuman pemberian orang.” Dia menjaga dirinya sampai seperti itu Billie. “ Terang Hanna lagi. “Kau benar- benar tau banyak Bil” Arthur menjawab masih dengan nada takjub “ya aku banyak mendengar tentang dia. Kau Tahu, mantan atasan ku banyak yang berkasus. Dan dia sering menjadi Hakim pada kasus- kasus perusahaan. Ya karena itu.. karena dia tidak bisa disuap” jawab Hanna lagi “Jadi apakah sebaiknya aku berikan kepada hakim Suze saja?” Tanya Billie “ Sia- sia Bil. Suze Rochdale hanya mengikuti keputusan dari Vanesa Morr." mereka tak terpisahkan. “ Terang Hanna. “Jadi aku harus bagaimana?” Tanya Billie pasrah “Lagipula jika kau benar-benar memberikan kalung tersebut kepada salah satu hakim- hakim itu, maka mereka bisa mengira kasus mu benar. ” Hanna melanjutkan “Tapi niatku bukan untuk menyuap Hanna.” Billie membela diri “Aku tau maksudmu. Tapi mereka tidak paham Bil.. dan ini hanya akan membuatmu terlihat makin bersalah” tutur Hanna “Apakah aku simpan untuk nanti saja pada saat banding? Aku berikan kepada kepala penjara? Agar dia mau membebaskan aku?” Tanya Billie “Arth, kamu jangan merasa akan kalah dulu. Kita harus berjuang dulu sekuat tenaga kita, jika kita sudah melakukan yang terbaik, namun tetap kalah, baru kita pikirkan langkah lain. Kau mengerti kan maksudku? Aku yakin pasti ada celah Bil..tidak mungkin semua jalan akan deadlock.. pasti kita akan menemukan jalan lain. Kamu jangan menyerah dulu. Oke? Aku akan menghubungi teman- teman pengacaraku nanti. Kapan kamu ada waktu kita adakan meeting saja agar kamu bisa menilai langsung dan melihat portfolionya mereka. Hanna menyerocos lagi “Jadi aku berkan kepada siapa ini Hanna? Kau tau kan harganya sangat mahal. Sia- sia jika tidak kita berikan sesuai fungsinya.” Billie berkeras “Apa sebaiknya kita berikan kepada jaksa saja agar dia tidak terlalu kejam menuntut ku?” Lanjut Billie lagi “Kau tau kenapa negara memilih Mr Larson sebagai Jaksa? Karena dia dan hakim Morr itu adalah duet maut. Mereka tidak bisa di Suap. Mereka sangat anti pada sogok menyogok.jadi tidak usah nuang- buang uangmu. Malah nanti akan berbalik kepadmu sendiri Bil…” Terang Hanna lg “ Ah aku benci persidangan ini.”Ucap Billie fruustasi “ Sabar Bil.. semua pasti ada jalan keluarnya. Kau tidak berpikir sendirian Bil.. aku pasti akan selalu membantumu. “ Janji Hanna “Lebih baik kalung ini kau simpan dulu, siapa tau bisa kau berikan kepada calon istrimu kelak atau untuk pacarmu. tidak usah buang-buang uang untuk Hakim Morr dan jaksa Larson.” Hanna mengulang saran yang tadi untuk Billie “Baiklah kalau begitu kau saja yang simpan kalung itu Hanna.” Pinta Billie kepada Hanna “Ohh No.. Kenapa harus aku.. aku tidak mau. Takut hilang” “Tidak mungkin kutitipkan kepada Ibu. Kau lah orang yang sangat tepat untuk menyimpan kalung ini." Bersambung
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN