Tak terasa sudah hampir tiga bulan hubungan Rani dan Gavi berjalan. Mereka tak pernah melampaui batas-batas moral. Karena Gavi sangat mencintai Rani, selain itu, ia bukanlah tipe pria yang menuntut kenikmatan fisik dari kekasihnya. Hanya ciuman di kening, pipi, atau kecupan singkat di bibir dan juga pelukan hangat saat mereka sedang berkencan dan sebelum Gavi terbang baik turnaround flight ataupun long haul. Kencan mereka selalu terasa hangat, menyenangkan, dan romantis. Terkadang, mereka makan malam di restoran berlampu temaram, berjalan di taman hiburan sambil tertawa, atau menonton film sambil berbagi popcorn di bioskop. Namun, justru dari itulah yang membuat Rani jadi semakin mencintai seorang Gavi. Dia bisa merasakan ketulusan, rasa aman, rasa nyaman, dan untuk pertama kalinya, ia p

